<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692203458252506736</id><updated>2011-12-02T12:58:08.116-08:00</updated><category term='Al-Qur&apos;an dan Sains'/><category term='The Beautiful of Islam'/><category term='Senyum'/><category term='Mutiara Hikmah'/><title type='text'>Meniti Jalan Allah</title><subtitle type='html'>Manusia selalu membuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang membuat kesalahan adalah orang yang terus berusaha memperbaiki dirinya agar tidak melakukan kesalahan lagi, dan selalu menjaga dirinya agar selalu teguh di jalan Allah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://titiankalbu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692203458252506736/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titiankalbu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ariful Ulum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16780610575400511988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_0vNxMqOSdsw/SExycHDnYYI/AAAAAAAAABE/DbDuVXp4JTY/S220/Ariful+Ulum+10507105.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692203458252506736.post-3935739858805010623</id><published>2011-03-03T23:17:00.000-08:00</published><updated>2011-04-18T09:55:22.738-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mutiara Hikmah'/><title type='text'>Makan dan minum dengan tangan kanan</title><content type='html'>Makan adalah hal yang pasti kita lakukan sehari-hari, dan saking seringnya kita makan dan melihat berbagai cara orang untuk makan, akhirnya kita melupakan sunnah makan yang sangat penting, yaitu makan dengan tangan kanan. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah terlebih dahulu kita tengok pesan Rasulullah tentang makan dengan tangan kanan ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dalam hadits yang muttafaqun ‘alaih,&lt;br /&gt;يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ&lt;br /&gt;“Wahai anak, sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah yang ada di hadapanmu." (HR. Bukhari no. 5376, Bab Membaca Basmalah ketika Makan dan Makan dengan Tangan Kanan; Muslim no. 2022, Bab Adab Makan-Minum dan Hukumnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dalam Shahih Muslim disebutkan sebuah riwayat,&lt;br /&gt;« إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ ».&lt;br /&gt;"Jika seseorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia makan dengan tangan kanannya. Jika minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya, karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya pula." (HR. Muslim no. 2020, Bab Adab Makan-Minum dan Hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dalam kitab yang sama disebutkan riwayat lainnya,&lt;br /&gt;أَنَّ رَجُلاً أَكَلَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِشِمَالِهِ فَقَالَ « كُلْ بِيَمِينِكَ ». قَالَ لاَ أَسْتَطِيعُ قَالَ « لاَ اسْتَطَعْتَ ». مَا مَنَعَهُ إِلاَّ الْكِبْرُ. قَالَ فَمَا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ.&lt;br /&gt;“Ada seorang laki-laki makan di samping Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan tangan kirinya. Lalu Rasulullah bersabda, ‘Makanlah dengan tangan kananmu!’ Dia malah menjawab, 'Aku tidak bisa.' Beliau bersabda, ‘Benarkah kamu tidak bisa?’ -dia menolaknya karena sombong-. Setelah itu tangannya tidak bisa sampai ke mulutnya.” (HR. Muslim no. 2021.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali dalam keseharian kita lupa, dan dengan tanpa kita sadari, kita makan dengan tangan kiri, minumpun juga demikian, padahal semestinya kebiasaan ini harus kita tinggalkan karena merupakan kebiasaan syaitan yang buruk.&lt;br /&gt;Sebagai contoh misalnya kita sedang makan nasi, lengkap dengan lauk pauk, dan krupuknya, maka tanpa sadar kita makan krupuknya dengan tangan kiri. Pada saat kita makan gorengan, kita pegang gorengan di tangan kanan dan cabenya ditangan kiri, alangkah anehnya kelihatannya kalau kita menggunakan kedua tangan kita bersamaan untuk makan, karena akan terlihat seperti orang yang rakus. &lt;br /&gt;Bahkan minum pun sering kita lakukan dengan tangan kiri, karena sudah menjadi kebiasaan. Pada saat makan steak hampir dipastikan semua orang makan dengan tangan kiri, karena tangan kanan lebih terampil memegang pisau, padahal ini tidak sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sulit sebenarnya menghilangkan kebiasaan ini, tergantung dari niat dan kesungguhan kita mengamalkannya.&lt;br /&gt;Misalnya anda sedang makan steak, cobalah untuk memegang pisau ditangan kiri, dan garpu ditangan kanan, pada awalnya akan canggung dan sulit memotong dagingnya, tapi setelah beberapa kali latihan memotong, maka akan menjadi lancar.&lt;br /&gt;Selalu letakkanlah gelas anda dekat dengan tangan kanan, sehingga tangan kanan akan lebih mudah menjangkaunya dan otomatis tangan kiri tidak ikut2 menjamah gelas.&lt;br /&gt;Kalau ada beberapa makanan yang ingin anda makan, maka makanlah dengan bergantian, jangan gunakan kedua tangan bersamaan, misalnya makan nasi dulu, kemudian letakkan sendoknya baru mengambil kerupuk, atau potonglah krupuk terlebih dulu baru anda makan. Ketika makan gorengan, maka makanlah gorengannya dulu, letakkan baru kemudian makan cabenya.&lt;br /&gt;Segala sesuatu yang diajarkan Rasulullah Insyaallah akan membawa kebaikan kepada kita. Insyaallah membawa barakah. Amiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbah Jerangkong,&lt;br /&gt;Cikarang, 4 Maret 2011&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1692203458252506736-3935739858805010623?l=titiankalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://titiankalbu.blogspot.com/feeds/3935739858805010623/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1692203458252506736&amp;postID=3935739858805010623' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692203458252506736/posts/default/3935739858805010623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692203458252506736/posts/default/3935739858805010623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titiankalbu.blogspot.com/2011/03/makan-minum-dengan-tangan-kanan.html' title='Makan dan minum dengan tangan kanan'/><author><name>Ariful Ulum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16780610575400511988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_0vNxMqOSdsw/SExycHDnYYI/AAAAAAAAABE/DbDuVXp4JTY/S220/Ariful+Ulum+10507105.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692203458252506736.post-7967091778735212519</id><published>2010-08-05T22:59:00.000-07:00</published><updated>2011-04-18T09:58:34.073-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mutiara Hikmah'/><title type='text'>Berdoa sebelum berkendaraan</title><content type='html'>Beberapa hari terakhir ini saya begitu ingin menulis sesuatu tentang berdoa sebelum berkendaraan, berkenaan dengan sebuah peristiwa yang terjadi pada saat saya pulang kerja di suatu malam. Waktu itu seperti biasanya kalau pulang kerja jam 7 PM akan sampai ditempat parkiran motor jam 8.30 PM, tak lupa memulai ritual yaitu menelepon kerumah dulu sebelum jalan, menanyakan apakah anak saya yang masih satu2nya sudah tidur atau belum. Dan ternyata dia belum tidur, bingo, berarti ada kesempatan ketemu dia dan bermain bersama sesaat sebelum dia tidur, akhirnya langsung tancap gas, dan terjadilah peristiwa itu, sebuah kecelakaan, yang membahayakan nyawa orang lain, walaupun tidak ada yang terluka dalam kejadia itu, tetapi langsung menyadarkan saya akan pentingnya sesuatu, yaitu "Berdoa Sebelum Berkendaraan".&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya flash back dulu, selama hidup di Jakarta dalam 5 tahun, belum sekalipun saya mengalami kecelakaan, Alhamdulillah, (jadi yg tertarik untuk beli motor saya tidak bakal menyesal, masih lurus uy) heheh promo nih. Berbeda sekali dengan waktu saya kuliah (5 tahun juga) dalam masa itu banyak sekali saya mengalami kecelakaan di jalan, baik itu "Solo accident" maupun "Interactive accident". &lt;br /&gt;Masih segar dalam ingatan saya kecelakaan pertama yang saya alami terjadi di jalanan antara Waduk Selorejo dan daerah Kandangan, di jalanan yang berliku-liku di lereng pegunungan, jalanan sempit dengan jurang di sisinya, ketika itu saya gagal mengeksekusi tikungan "Double U Turn" yang radiusnya sangat pendek sekali, belakangan saya tahu kalau melewati tikungan itu harus sangat rebah, banting kiri sedikit lalu langsung banting kanan, sangat menyenangkan kebut-kebutan disini, setiap belok mesti rebahan or else bakal nyelonong, waktu itu saya gagal menikung ke kanan, lalu keluar track dan jatuh di bawah tebing, syukurlah tidak jatuh ke sisi lain, karena kalau jatuh di sisi lain artinya masuk jurang, dan untungnya waktu itu lagi sepi, jadi tidak ada orang yang menertawakan, jatuh sendiri, bangun sendiri, walaupun sempat kesulitan karena ketindih motor.&lt;br /&gt;Kecelakaan paling parah adalah waktu menabrak seorang gadis, sepulang dari Surabaya karena pengen sekali segera mencoba micro transmitter yang baru saya beli dari Surabaya untuk tugas akhir, tabrakan frontal yang mengakibatkan kaki gadis itu retak-retak tulang kakinya di beberapa lokasi, sampai harus masuk beberapa rumah sakit. Dengan biaya pengobatan yang harus saya tanggung sendiri waktu itu, karena tidak berani memberi tahu orang tua kalau saya mencelakakan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali tentang insiden malam itu, selama ini saya meyakini satu hal berdasarkan dari beberapa testimoni beberapa orang dan beberapa nasehat guru saya, kita akan terhindar dari musibah bisa dikarenakan oleh beberapa hal :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Orang yang bersedekah&lt;/span&gt;, tidak akan mendapat bala' atau musibah pada hari itu, pada beberapa buku dikisahkan ada seekor burung mengadu kepada Allah karena seorang pemburu selalu mengambil anaknya, sampai suatu hari Allah berjanji akan menghukum pemburu itu dengan mencabut nyawanya, tetapi apa yang terjadi lagi-lagi pemburu itu selamat setelah melakukan aksinya mengambil anak si burung. Akhirnya burung itu protes kepada Allah, jawab Allah pemuda itu selamat karena sebelum mengambil anak burung itu, dia bersedekah dengan memberikan bekalnya kepada orang yang minta makanan di jalan.&lt;br /&gt;Jadi kesimpulannya orang yang bersedekah akan selamat dari mara bahaya pada hari itu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Orang yang mengerjakan Shalat Dhuha&lt;/span&gt; juga akan selamat, mengapa ? karena Shalat Dhuha seperti sedekah. &lt;br /&gt;“Pada pagi hari diwajibkan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Begitu juga amar ma’ruf (memerintahkan kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at.” (HR. Muslim no. 1704)&lt;br /&gt;Kesimpulannya orang yang mengerjakan Shalat Dhuha juga akan selamat dari mara bahaya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Berdzikir&lt;/span&gt;, mengingat Allah bisa menyelamatkan kita. Seorang tukang ojek pernah bercerita kepada seseorang, "saya tidak pernah mengalami kecelakaan dijalan, karena saya selalu ingat pada Allah dengan berdzikir, saya yakin Allah akan mengawasi saya, kalau Allah mengawasi saya, bagaimana mungkin saya akan celaka ?"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Berdoa sebelum naik kendaraan&lt;/span&gt; adalah yang paling penting, seorang guru saya dulu menasehati, bacalah doa sebelum berkendaraan supaya kamu selamat, doa pertama, bacalah "Bismillahi tawakkaltu alallah, laa haula walaa quwwata illa billah" &lt;br /&gt;“Jika seseorang keluar rumah, lalu dia mengucapkan “Bismillahi tawakkaltu ‘alallah, laa hawla wa laa quwwata illa billah”  (Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya), maka dikatakan ketika itu: “Engkau akan diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga”. Setan pun akan menyingkir darinya. Setan yang lain akan mengatakan: “Bagaimana mungkin engkau bisa mengganggu seseorang yang telah mendapatkan petunjuk, kecukupan dan penjagaan?!” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).&lt;br /&gt;Doa kedua adalah yang tercantu dalam Surat Hud 41.&lt;br /&gt;"Bismillahi majreehaa wa mursaahaa" artinya "Dengan menyebut nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuh" ini adalah doa Nabi Nuh ketika akan masuk kapalnya.&lt;br /&gt;Sedikit diperhatikan, walaupun dalam ayat tersebut tertulis "majrohaa" karena pakai huruf ro + fathah, tetapi dibaca "majreehaa", jadi ini satu-satunya huruf e dalam vokal Arab (CMIW).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua doa itu selalu saya baca ketika akan berkendaraan, sampai kecelakaan pada malam itu mengingatkan saya, ternyata saya telah lalai tidak membacanya karena terlalu senangnya akan bertemu anak sepulang kerja.&lt;br /&gt;Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cikarang, 6 August 2010,&lt;br /&gt;Mbah Jerangkong&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1692203458252506736-7967091778735212519?l=titiankalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://titiankalbu.blogspot.com/feeds/7967091778735212519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1692203458252506736&amp;postID=7967091778735212519' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692203458252506736/posts/default/7967091778735212519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692203458252506736/posts/default/7967091778735212519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titiankalbu.blogspot.com/2010/08/berdoa-sebelum-berkendaraan.html' title='Berdoa sebelum berkendaraan'/><author><name>Ariful Ulum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16780610575400511988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_0vNxMqOSdsw/SExycHDnYYI/AAAAAAAAABE/DbDuVXp4JTY/S220/Ariful+Ulum+10507105.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692203458252506736.post-1907322007334062466</id><published>2010-07-08T07:05:00.000-07:00</published><updated>2011-02-25T17:21:53.234-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mutiara Hikmah'/><title type='text'>Seringkali kita lupa bersyukur</title><content type='html'>Dalam setiap saat, setiap hela nafas, setiap langkah, setiap gerakan bahkan setiap kedipan mata kita terdapat nikmat Allah, setiap bulir nasi yg kita suap, setetes air yang kita minum mengandung perintah syukur. Banyak sekali nikmat Allah yang kita terima setiap detiknya, bahkan kita tak akan sanggup menghitungnya. "Seandainya kalian menghitung nikmat Allah, tentu kalian tidak akan mampu" (An-Nahl: 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukur merupakan salah satu bentuk pengakuan kita sebagai hamba kepada Allah Sang Pencipta Yang Agung, dalam satu ayat disebutkan "Hai orang-orang yang beriman! Makanlah di antara rezeki yang baik yang kami berikan kepadamu. Dan bersyukurlah kepada Allah jika memang hanya dia saja yang kamu sembah." (Al-Baqarah: 172)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kita seringkali  melupakan untuk bersyukur, kita sering lalai dan terlena dalam harapan-harapan yang membuat kita menjadi insan manja, tidak tahan ujian, tidak tahan banting, lebay kalau saya bilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya masalah makanan, saat kita makan kita mengharapkan makanan enak, tetapi yang kita terima tidak seperti yang kita harapkan, saat itu kita merasa kecewa, padahal saat itu seharusnya kita menghaturkan syukur yang tak terhingga kepada Allah sehingga makanan itu sampai ke hadapan kita. Pernahkan kita fikirkan bagaimana makanan itu bisa sampai didepan kita, sebutir nasi dulu sajalah, sebelum menjadi nasi matang, perlu tangan lembut seorang tukang masak, mungkin ia seorang Ibu yang dengan bekerja sebagai tukang masak ia sangat berharap untuk dapat menghidupi anaknya dengan upahnya yang tidak seberapa, mungkin ia seorang karyawati kontrak yang bulan depan kontraknya habis dan tidak tahu akan bekerja apalagi setelah itu, atau sebelum nasi itu menjadi beras, mungkin seorang kuli telah mengantarkannya dengan berpeluh dan berpanas-panasan. Teringat seorang tukang becak yang dulu bekerja didekat rumah, beliau selain mengayuh becak juga menjadi kuli pengangkut beras, terlihat jelas dia sangat keberatan mengangkut beban 100kg di punggungnya dan beliau harus angkut beras-beras itu bolak-balik seharian dari truk ke gudang. Sebelumnya, beras itu tentulah ditanam di sawah oleh seorang petani, berpanas-panas dia berharap padinya tumbuh sehat dan padat, dan bisa dijual dengan harga pantas, padahal seringkali harganya jauh dibawah harga dasar pemerintah pada saat musim panen. Di sawah itu mungkin bekerja pula seorang buruh-buruh tani yang hidupnya sangat jauh dari berkecukupan. Dan masih panjang lagi rangkaian-rangkaian kisah yang terjadi tentang bagaimana sebutir nasi itu sampai di hadapan kita, kemudian setelah itu layakkah kita sia-siakan ? janganlah kita menghina Allah dengan menyia-nyiakan nikmat-Nya. Ambillah makanan yang ingin kamu makan dengan sekedarnya saja, dan tinggalkanlah yang tidak ingin kamu makan, jangan biasakan membuang-buang makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakekku berumur 80 tahun lebih, beliau pernah bercerita, setelah penjajah Belanda pergi, makanan masih begitu susah diperoleh, untuk mendapat makanan pokok waktu itu yaitu singkong, harus berjalan lebih dari 30km dan itupun masih harus mengantri, Ibuku dan saudara-saudaranya yang masih kecilpun diajaknya bersama pula, itu hanya untuk singkong saja, beras merupakan makanan mewah pada saat itu, hanya pejabat-pejabat saja yang bisa mendapatkannnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang makanan ini mari kita tengok kehidupan Rasullullah Muhammad SAW, berdasarkan riwayat, Aisyah r.a. pernah mengatakan, “ Dahulu Rasulullah saw tidak pernah mengenyangkan perutnya dengan dua jenis makanan. Ketika sudah kenyang dengan roti, beliau tidak akan makan kurma, dan ketika sudah kenyang dengan kurma, beliau tidak akan makan roti”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At Tirmizi meriwayatkan daripada Masruq RA, katanya: “Aku telah menemui Aisyah r.a., lalu beliau menghidangkan sesuatu kepadaku dan berkata: Aku tidak pernah makan kenyang, ketika aku mulai makan, mulailah aku menangis. Masruq bertanya: Mengapa? Jawabnya: Aku teringat tentang Rasullullah SAW yang telah meninggalkan dunia ini, demi Allah! Rasulullah SAW tidak pernah kenyang dengan daging atau roti dua kali dalam sehari.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Abbas RA bahawa beliau menceritakan: “Rasulullah SAW sering bermalam berhari-hari sedangkan Baginda dan keluarganya tidak mempunyai makanan yang dapat dimakan di malam hari dan roti yang sering dimakan Rasulullah SAW adalah yang diperbuat daripada gandum.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah r.a. beliau menceritakan: “Keluarga Muhammad SAW tidak pernah kenyang dua hari berturut-turut dengan roti gandum. Keadaan tersebut berlaku sampai Rasulullah SAW wafat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru sedikit tentang makanan saja, ternyata kita tidak pandai mensyukurinya...&lt;br /&gt;Al-Quran menyebutkan bahwa orang-orang yang bersyukurlah yang mau mengakui tanda-tanda kekuasaan Allah di dunia dan mengambil pelajaran darinya. "Adapun tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh dengan subur dengan izin Allah. Dan tanah yang gersang, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami menjelaskan tanda-tanda kebesaran kami bagi orang-orang yang bersyukur." (Al-A'raf: 58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersamsung...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbah Jerangkong, Cikarang 8/7/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1692203458252506736-1907322007334062466?l=titiankalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://titiankalbu.blogspot.com/feeds/1907322007334062466/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1692203458252506736&amp;postID=1907322007334062466' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692203458252506736/posts/default/1907322007334062466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692203458252506736/posts/default/1907322007334062466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titiankalbu.blogspot.com/2010/07/seringkali-kita-lupa-bersyukur.html' title='Seringkali kita lupa bersyukur'/><author><name>Ariful Ulum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16780610575400511988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_0vNxMqOSdsw/SExycHDnYYI/AAAAAAAAABE/DbDuVXp4JTY/S220/Ariful+Ulum+10507105.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692203458252506736.post-6547812475269300666</id><published>2009-06-10T23:33:00.000-07:00</published><updated>2011-02-25T17:21:46.663-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mutiara Hikmah'/><title type='text'>Rasullullah Tidak Pernah Mencela Makanan</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:garamond,serif;font-size:6;"&gt;Rasullullah Tidak Pernah Mencela Makanan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;Kenikmatan Allah Ta’ala tiada terkira. Ragam makanan dan minuman sangat bervariasi. Kewajiban seorang muslim, menghargai nikmat-nikmat tersebut dan mensyukurinya. Kendatipun makanan yang tersedian sepele, celaan tidak layak muncul dari bibir seorang muslim.&lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;Demikian juga, ketika makanan atau minuman tidak menggugah selera, atau mengundang ketidaksukaan, karena cita rasanya yang kurang tajam, bentuknya yang tidak menarik, atau bahan-bahannya yang dirasa tidak bergizi, cacian tetap saja tidak cocok untuk dikeluarkan.&lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;Keteladanan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam dalam masalah ini, beliau tidak pernah mengeluarkan komentar miring sekalipun terhadap masakan atau makanan yang boleh dimakan. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata:&lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;“Rasullullah tidak pernah mencela makanan sama sekali.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;Berbeda dengan makanan haram, beliau melancarkan celaan padanya. Bahkan melarang mengkonsumsinya.&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;Apabila makanan yang dihidangkan beliau sukai, maka beliau menyantapnya. Sedangkan sikap beliau saat menghadapi jamuan yang tidak menarik hati, maka beliau tidak menjamahnya, tanpa mengeluarkan komentar miring apapun terhadapnya.&lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;“Kalau Beliau menyukainya, maka akan beliau makan. Dan jika tidak menyukainya, beliau menyukainya. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;Sikap di atas merupakan keagungan dan keluhuran akhlak Rasullullah. Beliau menghormati perasaan orang yang telah memasak atau membuatnya. Rasullullah tidak suka mencela hasil kerja orang yang membuatnya sehingga dapat menyakiti hatinya. Sisi lain, tidak menutup kemungkinan, ada orang lain yang menyukai makanan tersebut. Hadits di atas juga, mengajarkan sikap ksatria dalam menghadapi makanan yang tidak disukai, yaitu dengan cara tidak menyentuh dan meninggalkannya.&lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;Selain itu, bentuk penghargaan lain terhadap makanan, walaupun tidak selalu dilakukan. Rasullullah memuji makanan-makanan. Terdapat suatu riwayat; Beliau bertanya kepada keluarganya atentang lauk yang tersedia. Keluarga Beliau menjawab:&lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;“Kami tidak mempunyai apa-apa kecuali cuka,”&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;Maka Beliau meminta untuk disediakan dan mulai menyantapnya. Lantas berkata:&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;“Sebaik-baiknya lauk dalah cuka. Sebaik-baiknya lauk adalah cuka”.      (HR. Muslim)&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;Pujian sebagaimana hadits diatas bias bermakna pujian kepada objek makanan, dan juga bias ditujukan untuk menghibur keluarga, bukan berarti pengutamaan cuka di atas segala makanan.&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;Begitulah sekelumit kisah Rasullullah berkaitan dengan makanan, yang menjadi kebutuhan penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Beliau tidak mencela dan selalu bersikap qanaa’ah (menerima) dengan apa yang tersedia.&lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;Semoga Allah Ta’ala memberiukan taufik kepada kita untuk meneladani Beliau secara lahir dan Batin. &lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;Sumber:&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;Syarh Riyaadhush Shalihin, Syaikh Al-’Utsaimin.&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;Bahjatun-Naazhiriin, Syaikh Salim Al-Hilali. &lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;Diketik Ulang dari Majalah Nikah Edisi 12/Tahun XI/1429H/2008M Hal. 5&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1692203458252506736-6547812475269300666?l=titiankalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://titiankalbu.blogspot.com/feeds/6547812475269300666/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1692203458252506736&amp;postID=6547812475269300666' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692203458252506736/posts/default/6547812475269300666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692203458252506736/posts/default/6547812475269300666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titiankalbu.blogspot.com/2009/06/rasullullah-tidak-pernah-mencela.html' title='Rasullullah Tidak Pernah Mencela Makanan'/><author><name>Ariful Ulum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16780610575400511988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_0vNxMqOSdsw/SExycHDnYYI/AAAAAAAAABE/DbDuVXp4JTY/S220/Ariful+Ulum+10507105.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692203458252506736.post-5351907049810882947</id><published>2008-07-28T16:56:00.000-07:00</published><updated>2010-07-08T18:23:28.522-07:00</updated><title type='text'>KKM 1999, how beautiful life is</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;KKM, Kemah Kerja Mahasiswa, adalah &lt;/span&gt;subprogram dari program pembinaan mahasiswa baru, anehnya dikampusku ini ada nilai sks nya, yaitu 1/4 sks. Dari awal aku selalu tidak setuju dengan segala macam program yg berkedok penerimaan mahasiswa baru, karena selalu ada kekerasan dan penindasan kepada mahasiswa baru, bentuk protesku ini kumulai dengan datang dengan rambut gondrong sepunggung waktu ospek dan baju panjang yg kugulung sampai diatas siku. Reaksi senior sudah bisa ditebak, dengan sok jago mereka mengerubutiku, mengata-ngatai, memaki-maki, tapi tak satupun yg berani menyentuhku (hahahaha aku tertawa dalam hati, ternyata mereka beraninya berkoar doang), rambutku menjadi masalah dan aku dianggap menantang mereka, dan aku harus potong rambut saat itu juga, tapi aku menolak, aku hanya bilang besok saja potong rambutnya, mereka setuju (aneh, waktu itu tampangku memang seperti berandalan, mungkin mereka segan juga). Tiba-tiba keributan berpindah, seorang temanku ditendang senior, kemudian mereka menantang-nantang temanku tersebut "Ayo pulang sono klo berani !" diluar dugaan temanku tersebut pulang beneran, enak bener bisa bebas dari penyiksaan selanjutnya pada hari itu.  hmmmmm kembali ke topik KKM....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini resminya hanya 1 minggu, tetapi pada praktiknya bisa 2 bulan lebih untuk orang2 tertentu, karena beberapa orang harus mengerjakan beberapa persiapan dilokasi KKM nanti. Hari demi hari berlalu akhirnya tiba saat hari keberangkatan, dengan kaos yg seragam, berangkatlah kami bersama2, kalau tidak salah waktu itu ada 7 truk besar mengangkut kami.&lt;br /&gt;Melewati jalan2 kampung yang berdebu, naik turun bukit akhirnya sampailah kami di sebuah lapangan di samping desa terpencil. para senior dengan sok galak segera berteriak2 membariskan kami dan memberi pengarahan, pada saat itu baru kuketahui, lokasi KKM masih 10 km dari situ dan akan ditempuh dengan berjalan kaki, what a shocking news, ransel2 besar kami dikumpulkan jadi satu untuk diangkut dengan truk kecil ke posisi sedekat mungkin dengan lokasi KKM kami. hanya air dan sedikit makanan yg diijinkan untuk dibawa.&lt;br /&gt;Abis sholat Dhuhur, berangkatlah kami merangkak naik ke perbukitan, orang-orang senang sekali melihat pemandangan pegunungan nan hijau dan sejuk, canda tawa terdengar gaduh. Perlahan matahari mulai tergelincir, dan kami masih berjalan juga, persediaan air sudah mulai habis, makanan tidak ada sama sekali, saat itu baru terasa beratnya perjalanan ini. Segera kuluruskan niatku bahwa ini kulakukan untuk membantu orang lain, bukan untuk panitia ospek huhh...&lt;br /&gt;Menjelang maghrib sampailah kami di desa itu diiringi hujan deras, sebuah desa kecil yang terkurung pegunungan di lembah yg hijau. Pertama kali melihat rumah2 penduduk, semua rata2 sama modelnya, dari kayu dan sudah reyot, tidak nampak penerangan listrik, mmmm betapa sepinya kalau malam tiba dan pasti gelap.&lt;br /&gt;Aku dan beberapa teman segera mampir di sebuah musholla, melepas lelah dan beristirahat sejenak, kami sudah memutuskan untuk tidur ditempat ini malam ini, sampai datang seorang panitia mengatakan kami harus mendaki ke areal perkemahan di lereng bukit. Buat yang sering mendaki gunung pasti tau kenapa berkemah dilereng bukit yang miring, bukan di puncak buki yang tanahnya datar dan lapang. Hal ini untuk menghindari angin kencang yang bisa menerbangkan tenda2 apabila kami mendirikannya dipuncak bukit.&lt;br /&gt;Kami segera bersiap untuk berangkat, tapi kami baru menyadari, diluar gelap gulita, melihat tangan sendiri saja tidak bisa, ditambah hujan yang masih lebat mengguyur kami, haus dan lapar masih menyerang kami karena sedari pagi baru makan sekali.&lt;br /&gt;Perjalanan mendaki kali ini sulit sekali, jalanan becek, licin dan jalanan tidak terlihat sama sekali, hanya ada 1 senter di bawa seorang panitia, satu2nya alat navigasi adalah telinga kami yg mendengar panitia yg membawa senter itu berteriak-teriak, mulailah kami berjatuhan, terpeleset, jatuh kebawah, masuk lobang, jatuh ke tebing, dll, akhirnya dengan susah payah kami sampai dipinggir sungai, dan kami harus melintasinya !!&lt;br /&gt;Kami ber-7 dan akulah yg pertama masuk ke sungai, ga dalem ternyata hehe, tapi batunya gwede-gwede banget dan licin pastinya. Kami bergandengan tangan untuk mencegah rombongan ada yg terpisah, dan dengan susah payah akhirnya berhasil pula kami menyeberangi sungai itu. Alhamdulillah...&lt;br /&gt;Tantangan masih terus berlanjut, perjalanan masih jauh, merambat sedikit2 akhirnya sampailah kami di kaki bukit dimana di lereng atasnya kita AKAN mendirikan tenda, rasanya berat sekali membawa badan sendiri untuk mendaki lagi, sampai tiba2 kudengar seorang berkata "Hey kamu, bawa karung beras ini keatas ya !" waduh...berjalan aja dah mo pingsan ini harus memikul beras, walaupun cuma 25 kilo, tapi pada saat ini 25 kilo seperti 1 kwintal aja. Laa haula walaa quwwata illa billah ya udah kuangkat saja pelan-pelan, sedikit-sedikit akhirnya sampai juga dipuncak, dan segera kubawa ke dapur panitia.&lt;br /&gt;Masalah timbul, aku baru menyadari kalau telah terpisah dari teman-teman kelompokku, di puncak bukit itu suasana benar2 kacau, hujan masih turun, orang-orang berlalu-lalang tidak jelas, akhirnya setelah bertanya kesana-kemari aku berhasil menemukan kelompkku, Alhamdulillah.... ternyata mereka sedang mendirikan kemah di lereng utara bukit itu, mereka sedang mencangkul tanah lereng untuk dibuat datar, supaya kami bisa mendirikan tenda diatasnya. Setelah beberapa lama kami berhasil mendirikan 2 tenda kami, dan karena hujan masih turun, malam itu kami tidur diatas tanah becek, benar-benar seperti kerbau yang tidur di kubangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1692203458252506736-5351907049810882947?l=titiankalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://titiankalbu.blogspot.com/feeds/5351907049810882947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1692203458252506736&amp;postID=5351907049810882947' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692203458252506736/posts/default/5351907049810882947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692203458252506736/posts/default/5351907049810882947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titiankalbu.blogspot.com/2008/07/kkm-1999-how-beautiful-life-is.html' title='KKM 1999, how beautiful life is'/><author><name>Ariful Ulum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16780610575400511988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_0vNxMqOSdsw/SExycHDnYYI/AAAAAAAAABE/DbDuVXp4JTY/S220/Ariful+Ulum+10507105.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692203458252506736.post-6468978284078149887</id><published>2008-06-08T17:58:00.000-07:00</published><updated>2008-06-08T17:59:19.923-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Senyum'/><title type='text'>Gravitasi Nol</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ceritanya nih ada satu orang turis dari Indonesia dateng vacation ke New&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;York.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Waktu dia lagi JJS (Jalan-Jalan Siang), dia notice kalo dia ada di depan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Empire State building. Dia nengok ke atas and liat kalo building itu tinggi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;buanget. Nggak salah emang kalo dibilang Empire State itu salah satu gedong&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;yang paling tinggi di dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sewaktu si Doi lagi mengagumi kemegahan building itu, Do'i di samperin same&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;satu Bule and si Bule ngajak ngobrol ke si Do'i. Si Bule ngomong ke si Doi,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Elo tau nggak karena saking tingginya building ini, gravity force di atas&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sono tuh ampir nggak ada." Si Doi nengok ke si Bule and said, "That's&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;impossible, nonsense, tepuan. " Maklum si Do'i dulu bekas anak SMA IPA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;makanya Do'i nggak percaya ama si Bule. Si Bule ngomong lagi,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Swear, gua nggak bo'ong kok... Kalo elo nggak percaya coba aja deh elo&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;naek&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ke lantai paling atas and loncat ke luar. Elo nggak bakalan jatuh, tapi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;melayang-layang kaya burung." Si Do'i keki banget dianjurin loncat dari&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;lantai paling atas Empire State building. Do'i bales ngomong ke si Bule,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Kalo emangnya bener, kenapa nggak elo aja yang loncat dari atas sono, gua&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;liatin dari bawah." Si Bule bilang, "Oke deh, gua buktiin kalo gua nggak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;boong sama elo. Sekarang gua ke lantai paling atas and loncat ke luar. Elo&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;liat pake keker-an elo kalo gua bakalan melayang-layang di udara kaya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;burung." Si Bule masuk ke dalem Empire State building.Sekitar 5 menit, si&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Do'i liat lewat keker-an kalo ada orang buka jendela dari lantai yang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;paling atas and then liat si Bule melambaikan tangannya ke si Do'i. "Gile&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;juga nih Bule. Jangan-jangan nih Bule lagi dalam perawatan mental." kata si&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Do'i dalem ati. Abis melambaikan tangannya si Bule mulai manjat ke jendela&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;and HOOPLA, loncat ke luar. Si Do'i langsung menahan napas nya saking&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dag-dig-dug-nya. Tapi si Do'i langsung cengok begitu liat si Bule nggak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;jatuh ke tanah tapi melayang-layang kaya burung. "Ajigile tuh Bule, kok&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;bisa ya dia melayang-layang kaya burung??" bisik atinya si Do'i. Setelah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sekitar 1 menit melayang-layang di udara, si Bule masuk lagi ke building&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;lewat the same window and turun ke bawah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Si Bule ngomong," Gimana sekarang, elo percaya nggak sama omongan gua?!" Si&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Do'i masih amused sama apa yang baru di liat. Begitu otaknya sadar, si Do'i&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;bilang begini ke si Bule, "Pasti elo pake tricks di atas sono, supaya elo&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;nggak jatuh ke tanah!! Pasti, pasti, gue yakin banget.... Coba elo loncat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sekali lagi, and gua ikut liatin elo dari atas sono jadi gua yakin kalo&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;nggak ada trick." Si Bule dengan senyuman setuju sama usul si Do'i.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah mereka udah berada di lantai paling atas, si Bule suruh si Do'i&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;supaya perhatiin jelas-jelas kalo dia nggak pake trick buat melayang di&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;udara. SiBule lompat lagi ke luar and melayang-layang kaya burung. Si Do'i&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;cengok lagi. "Lho kok bisa ya nih orang nggak jatuh ke tanah?" Abis&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;melayang-layang sebentar, si Bule masuk lagi lewat jendela and ngomong,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Gimana, percaya nggak sama omongan gua?" Si Do'i cuma manggut-manggut kaya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;orang bego. Terus dia bilang ke si Bule, "Eh, Bule elo tolong fotoin gua ya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;waktu gua lagi melayang-layang di udara. Gua mau buat souvenir nih. Khan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;keren lho, melayang- layang kaya burung." Si Bule cuma senyum-senyum aja&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;waktu di kasih kamera sama siDo'i. Si Do'i terus manjat ke pinggiran&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;jendela and liat ke bawah, "Wuiihh, tinggi banget, kalo jatuh gimana ya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ahh, tapi si Bule aja nggak jatuh gua juga pasti nggak jatuh. Khan gravity&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;di atas sini kecil banget." Terus si Do'i lompat ke luar and&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ZIIINNGGGG..........GEDEBUK!!!!! Begitu si Do'i lompat ke luar, langsung&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;aja dia free falling and mati seketika. Nggak lama dateng deh tuh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;police-police and ambulance-ambulance ke Empire State building. Waktu Chief&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;polisinya ngatur-ngatur massa yang berkerumun, si Chiefnya tampa disengaja&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ngeliat si Bule baru keluar dari Empire State building. Langsung aja di&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;samperin ama si Chief. Si Bule cuma senyum-senyum aja ke si Chief. Terus si&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Chief bilang ke si Bule, "Superman, Superman, kok elo isengnya nggak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;ilang-ilang sih???"&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1692203458252506736-6468978284078149887?l=titiankalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://titiankalbu.blogspot.com/feeds/6468978284078149887/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1692203458252506736&amp;postID=6468978284078149887' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692203458252506736/posts/default/6468978284078149887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692203458252506736/posts/default/6468978284078149887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titiankalbu.blogspot.com/2008/06/gravitasi-nol.html' title='Gravitasi Nol'/><author><name>Ariful Ulum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16780610575400511988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_0vNxMqOSdsw/SExycHDnYYI/AAAAAAAAABE/DbDuVXp4JTY/S220/Ariful+Ulum+10507105.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692203458252506736.post-5086469669507229050</id><published>2008-06-08T17:57:00.000-07:00</published><updated>2008-06-08T17:58:31.834-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Senyum'/><title type='text'>Musim Dingin yang Sangat Dingin</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Waktu itu musim gugur, seorang suku indian pada daerah terpencil&lt;br /&gt;bertanya pada&lt;br /&gt;kepala suku mereka yang baru. "Wala-wala chimo-ela suma totangka&lt;br /&gt;obuawachi?"&lt;br /&gt;yang artinya, "Kepala suku, apakah musim dingin kali ini akan sangat&lt;br /&gt;dingin atau seperti biasanya?" &lt;/span&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Karena kepala suku ini sudah modern, dia tidak pernah belajar meramal&lt;br /&gt;cuaca&lt;br /&gt;dengan cara-cara kuno lagi. Ketika melihat ke atas, ia tidak dapat&lt;br /&gt;mengatakan&lt;br /&gt;bagaimana nantinya keadaan cuaca. Meskipun begitu, supaya aman, ia&lt;br /&gt;mengatakan&lt;br /&gt;bahwa musim dingin nantinya akan terasa dingin, sehingga ia menyuruh&lt;br /&gt;warganya&lt;br /&gt;untuk mengumpulkan kayu bakar untuk persiapan musim dingin. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah beberapa hari, muncul idenya untuk menelepon Layanan&lt;br /&gt;Perkiraan&lt;br /&gt;Cuaca, dan menanyakan, "Apa musim dingin kali ini akan sangat dingin&lt;br /&gt;atau tidak?" &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;"Kelihatannya musim dingin kali ini akan sangat dingin," kata petugas di&lt;br /&gt;Layanan&lt;br /&gt;Perkiraan Cuaca tersebut. Kemudian kepala suku kembali dan menyuruh&lt;br /&gt;warganya&lt;br /&gt;untuk mengumpulkan kayu lebih banyak lagi untuk persiapan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Seminggu kemudian dia menelepon kembali Layanan Perkiraan Cuaca. "Apa&lt;br /&gt;musim&lt;br /&gt;dingin kali ini akan sangat dingin?" "Ya," jawab orang di Layanan&lt;br /&gt;Perkiraan&lt;br /&gt;Cuaca tersebut, "Musim dingin kali ini akan sangaaat dingin!" &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Kepala suku kembali dan menyuruh warganya untuk mengumpulkan semua kayu&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;ranting pohon yang mereka temukan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Dua minggu kemudian dia menelepon kembali dan bertanya, "Apa anda yakin&lt;br /&gt;bahwa&lt;br /&gt;musim dingin kali ini akan sangat dingin?" &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;"Pasti," jawab orang di Layanan Perkiraan Cuaca tersebut, "kelihatannya&lt;br /&gt;akan&lt;br /&gt;jadi musim dingin yang paling dingin yang pernah ada." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa anda begitu yakin?" tanya kepala suku. Pria itu menjawab, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;"Karena para suku Indian sedang mengumpulkan kayu bakar dalam jumlah&lt;br /&gt;yang gila-gilaan!"&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1692203458252506736-5086469669507229050?l=titiankalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://titiankalbu.blogspot.com/feeds/5086469669507229050/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1692203458252506736&amp;postID=5086469669507229050' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692203458252506736/posts/default/5086469669507229050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692203458252506736/posts/default/5086469669507229050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titiankalbu.blogspot.com/2008/06/musim-dingin-yang-sangat-dingin.html' title='Musim Dingin yang Sangat Dingin'/><author><name>Ariful Ulum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16780610575400511988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_0vNxMqOSdsw/SExycHDnYYI/AAAAAAAAABE/DbDuVXp4JTY/S220/Ariful+Ulum+10507105.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692203458252506736.post-8479436886030468701</id><published>2008-06-08T17:03:00.000-07:00</published><updated>2008-06-08T17:05:08.483-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mutiara Hikmah'/><title type='text'>Kematian Bisa Diundur</title><content type='html'>&lt;p&gt;dari tulisan Yusuf Mansur,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kematian memang di tangan Allah. Maka ada satu hal yang bisa membuat&lt;br /&gt;kematian menjadi sesuatu yang bisa ditunda, yaitu kemauan bersedekah,&lt;br /&gt;kemauan berbagi dan peduli.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;SUATU hari, Malaikat Kematian mendatangi Nabiyallah Ibrahim, dan&lt;br /&gt;bertanya, "Siapa anak muda yang tadi mendatangimu wahai Ibrahim?"&lt;br /&gt;"Yang anak muda tadi maksudnya?" tanya Ibrahim.&lt;br /&gt;"Itu sahabat sekaligus muridku." "Ada apa dia datang menemuimu?"&lt;br /&gt;"Dia menyampaikan bahwa dia akan melangsungkan pernikahannya besok&lt;br /&gt;pagi."&lt;br /&gt;"Wahai Ibrahim, sayang sekali, umur anak itu tidak akan sampai besok&lt;br /&gt;pagi." Habis berkata seperti itu, Malaikat Kematian pergi meninggalkan&lt;br /&gt;Nabiyallah Ibrahim. Hampir saja Na-biyallah Ibrahim tergerak untuk&lt;br /&gt;rriemberitahu anak muda tersebut, untuk menyegerakan pernikahannya malam&lt;br /&gt;ini, dan mem-beritahu tentang kematian anak muda itu besok. Tapi&lt;br /&gt;langkahnya terhenti. Nabiyallah Ibrahim memilih kematian tetap menjadi&lt;br /&gt;rahasia Allah.&lt;br /&gt;Esok paginya, Nabiyallah Ibrahim ternyata melihat dan menyaksikan bahwa&lt;br /&gt;anak muda tersebut tetap bisa melangsungkan pernikahannya.&lt;br /&gt;Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, dan&lt;br /&gt;tahun berganti tahun, Nabiyallah Ibrahim malah melihat anak muda ini&lt;br /&gt;panjang umurnya.&lt;br /&gt;Hingga usia anak muda ini 70 tahun, Nabiyallah Ibrahim bertanya kepada&lt;br /&gt;Malaikat Kematian, apakah dia berbohong tempo hari sewaktu menyampaikan&lt;br /&gt;bahwa anak muda itu umurnya tidak akan sampai besok pagi? Malaikat&lt;br /&gt;Kematian menjawab bahwa dirinya memang akan mencabut nyawa anak muda&lt;br /&gt;tersebut, tapi Allah menahannya.&lt;br /&gt;"Apa gerangan yang membuat Allah menahan tanganmu untuk tidak mencabut&lt;br /&gt;nyawa anak muda tersebut, dulu?"&lt;br /&gt;"Wahai Ibrahim, di malam menjelang pernikahannya, anak muda tersebut&lt;br /&gt;menyedekahkan separuh dari kekayaannya. Dan ini yang membuatAllah&lt;br /&gt;memutuskan untuk memanjangkan umur anak muda tersebut, hingga engkau&lt;br /&gt;masih melihatnya hidup."&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saudara-saudaraku, pembaca "Kajian WisataHati" dimanapun Anda berada,&lt;br /&gt;kematian memang di tangan Allah. justru itu, memajukan dan memundurkan&lt;br /&gt;kematian adalah hak Allah. Dan Allah memberitahu lewat kalam Rasul-Nya,&lt;br /&gt;Muhammad shalla `alaih bahwa sedekah itu bisa memanjangkan umur. jadi,&lt;br /&gt;bila disebut bahwa ada sesuatu yang bisa menunda kematian, itu&lt;br /&gt;adalah...sedekah.&lt;br /&gt;Maka, tengoklah kanan-kiri Anda, lihat-lihatlah sekeliling Anda. Bila&lt;br /&gt;Anda menemukan ada satu-dua kesusahan tergelar. maka sesungguhnya&lt;br /&gt;Andalah yang butuh pertolongan. Karena siapa tahu kesusahan itu digelar&lt;br /&gt;Allah untuk memperpanjang umur Anda. Tinggal apakah Anda bersedia&lt;br /&gt;menolongnya atau tidak. Bila bersedia, maka kemungkinan besar memang&lt;br /&gt;Allah akan memanjangkan umur Anda.&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku sekalian, tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan&lt;br /&gt;ajalnya akan sampai. Dan, tidak seseorangpun yang mengetahui dalam&lt;br /&gt;kondisi apa ajalnya tiba. Maka menge-luarkan sedekah bukan saja akan&lt;br /&gt;memperpanjang umur, melainkan juga memungkinkan kita meninggal dalam&lt;br /&gt;keadaan baik. Bukankah sedekah akan mengundang cintanya Allah? Sedangkan&lt;br /&gt;kalau seseorang sudah dicintai oleh Allah, maka tidak ada masalahnya&lt;br /&gt;yang tidak diselesaikan, tidak ada keinginannya yang tidak dikabulkan,&lt;br /&gt;tidak ada dosanya yang tidak diampunkan, dan tidak ada nyawa yang&lt;br /&gt;dicabut dalam keadaan husnul khatimah.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah berkenan memperpanjang umur, sehingga kita semua&lt;br /&gt;berkesempatan untuk mengejar ampunan Allah dan mengubah segala kelakuan&lt;br /&gt;kita, sambil mempersiapkan kematian datang.&lt;br /&gt;Sampai ketemu di pembahasan berikutnya. Insya Allah, kita masih membahas&lt;br /&gt;"sedikit tentang menunda umur, tapi kaitannya dengan kesulitan-kesulitan&lt;br /&gt;hidup yang kita hadapi ".&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Salam, Yusuf Mansur.&lt;br /&gt;Salam Wisata Hati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1692203458252506736-8479436886030468701?l=titiankalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://titiankalbu.blogspot.com/feeds/8479436886030468701/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1692203458252506736&amp;postID=8479436886030468701' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692203458252506736/posts/default/8479436886030468701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692203458252506736/posts/default/8479436886030468701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titiankalbu.blogspot.com/2008/06/kematian-bisa-diundur.html' title='Kematian Bisa Diundur'/><author><name>Ariful Ulum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16780610575400511988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_0vNxMqOSdsw/SExycHDnYYI/AAAAAAAAABE/DbDuVXp4JTY/S220/Ariful+Ulum+10507105.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692203458252506736.post-8562926902702697676</id><published>2008-06-08T16:57:00.000-07:00</published><updated>2008-06-08T16:58:21.136-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Qur&apos;an dan Sains'/><title type='text'>Air pun Bisa Mendengar</title><content type='html'>Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup.? (Q.S. Al Anbiya:30)&lt;br /&gt;Dalam kitab-kitab tafsir klasik, ayat tadi diartikan bahwa tanpa air semua akan mati kehausan. Tetapi di Jepang, Dr. Masaru Em oto dari Universitas Yokohama dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai -5oC di laboratorium, lantas difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi. Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percobaan diulangi dengan membacakan kata, ?Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)? di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang, ?Arigato?. Kristal membentuk dengan keindahan yang sama. Selanjutnya ditunjukkan kata ?setan?, kristal berbentuk buruk. Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan ?peace? di depan sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan indahnya. Dan ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Emoto akhirnya berkeliling dunia melakukan percobaan dengan air di Swiss, Berlin, Prancis, Palestina, dan ia kemudian diundang ke Markas Besar PBB di New York untuk mempresentasikan temuannya pada bulan Maret 2005 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata air bisa ?mendengar? kata-kata, bisa ?membaca? tulisan, dan bisa ?mengerti? pesan. Dalam bukunya The Hidden Message in Water, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain. Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu ini kita anggap musyrik, atau paling sedikit kita anggap sekadar sugesti, tetapi ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada di tubuh si sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5% air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air. Air putih galon di rumah, bisa setiap hari didoakan dengan khusyu kepada Allah, agar anak yang meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami yang meminum tetap setia. Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan kepada air di otak dan pembuluh darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan izin Allah, pesan tadi akan dilaksanakan tubuh tanpa kita sadari. Bila air minum di suatu kota didoakan dengan serius untuk kesalehan, insya Allah semua penduduk yang meminumnya akan menjadi baik dan tidak beringas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda, ?Zamzam lima syuriba lahu?, ?Air zamzam akan melaksanakan pesan dan niat yang meminumnya?. Barangsiapa minum supaya kenyang, dia akan kenyang. Barangsiapa minum untuk menyembuhkan sakit, dia akan sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah ? Pantaslah air zamzam begitu berkhasiat karena dia menyimpan pesan doa jutaan manusia selama ribuan tahun sejak Nabi Ibrahim a.s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita renungkan berpuluh ayat Al Quran tentang air, kita akan tersentak bahwa Allah rupanya selalu menarik perhatian kita kepada air.Bahwa air tidak sekadar benda mati. Dia menyimpan kekuatan, daya rekam, daya penyembuh, dan sifat-sifat aneh lagi yang menunggu disingkap manusia. Islam adalah agama yang paling melekat dengan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat wajib perlu air wudlu 5 kali sehari. Habis bercampur, suami istri wajib mandi. Mati pun wajib dimandikan. Tidak ada agama lain yang menyuruh memandikan jenazah, malahan ada yang dibakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kita belum melakukan zikir air. Kita masih perlakukan air tanpa respek. Kita buang secara mubazir, bahkan kita cemari. Astaghfirullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ilmuwan Jepang telah merintis. Ilmuwan muslim harus melanjutkan kajian kehidupan ini berdasarkan AlQuran dan hadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1692203458252506736-8562926902702697676?l=titiankalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://titiankalbu.blogspot.com/feeds/8562926902702697676/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1692203458252506736&amp;postID=8562926902702697676' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692203458252506736/posts/default/8562926902702697676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692203458252506736/posts/default/8562926902702697676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titiankalbu.blogspot.com/2008/06/air-pun-bisa-mendengar.html' title='Air pun Bisa Mendengar'/><author><name>Ariful Ulum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16780610575400511988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_0vNxMqOSdsw/SExycHDnYYI/AAAAAAAAABE/DbDuVXp4JTY/S220/Ariful+Ulum+10507105.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692203458252506736.post-624781565781573598</id><published>2008-06-08T16:55:00.000-07:00</published><updated>2008-06-08T16:56:38.696-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Qur&apos;an dan Sains'/><title type='text'>Pohon pun Bertasbih</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;"&gt;Assalaamu'alaikum warahmatulLaah wabarakaatuh,&lt;br /&gt;Pada sebuah penelitian ilmiah yang diberitakan oleh sebuah majalah sains terkenal, Journal of plant Molecular Biologist, menyebutkan bahwa sekelompok ilmuwan yang mengadakan penelitian mendapatkan suara halus yang keluar dari sebagian tumbuhan yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa. Suara tersebut berhasil disimpan dan direkam dengan sebuah alat perekam tercanggih yang pernah ada.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;"&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;"&gt; ilmuwan selama hampir 3 tahun meneliti fenomena yang mencengangkan ini berhasil menganalisis denyutan atau detak suara tersebut sehingga menjadi isyarat-isyarat yang bersifat cahaya elektrik (kahrudhahiyah) dengan sebuah alat yang bernama Oscilloscope. Akhirnya para ilmuwan tersebut bisa menyaksikan denyutan cahaya elektrik itu berulang lebih dari 1000 kali dalam satu detik.&lt;br /&gt;Prof. William Brown yang memimpin para pakar sains untuk mengkaji fenomena tersebut mengisyaratkan setelah dicapainya hasil bahwasanya tidak ada penafsiran ilmiah atas fenomena tersebut. Padahal seperti diakui oleh sang professor bahwa pihaknya telah menyerahkan hasil penelitian mereka kepada universitas- universitas serta pusat-pusat kajian di Amerika juga Eropa, akan tetapi semuanya tidak sanggup menfsirkan fenomena itu bahkan semuanya tercengang tidak tahu harus berkomentar apa?&lt;br /&gt;Pada kesempatan terakhir, fenomena tersebut dihadapkan dan dikaji oleh para pakar dari Britania, dan diantara mereka ada seorang ilmuwan muslim yang berasal dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;"&gt;India&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;"&gt; . Setelah 5 hari mengadakan mengadakan penelitian dan pengkajian ternyata para ilmuwan dari Inggris tersebut angkat tangan. Sang ilmuwan muslim tersebut mengatakan: ?Kami umat Islam tahu tafsir dan makna dari fenomena ini, bahkan semenjak 1400 tahun yang lalu?. &lt;script&gt;&lt;!-- D(["mb","&lt;br /&gt;\nMaka para ilmuwan yang hadir pun tersentak dengan pernyataan tersebut, dan\nmeminta dengan sangat untuk menunjukkan tafsir dan makna dari kejadian itu.&lt;br /&gt;\nSang ilmuwan muslim segera menyitir firman Allah:&lt;br /&gt;\n??.Dan tak ada sesuatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu\nsekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun\nlagi Maha Pengampun? (QS. Al-Israa?: 44)&lt;br /&gt;\nTidaklah suara denyutan itu melainkan lafadz jalalah (nama Allah Azza wa Jalla)\nsebagaimana tampak dalam layer (Oscilloscope) .&lt;br /&gt;\nMaka keheningan dan keheranan luarbiasa menghiasi aula dimana para ilmuwan\nmuslim tersebut berbicara.&lt;br /&gt;\nSubhanalLaah, Maha Suci Allah! Ini adalah salah satu mukjizat dari sekian\nbanyak mukjizat agama yang haq ini!! Segala sesuatu bertasbih menggunakan nama\nAllah Jalla wa ?Ala. Akhirnya orang yang bertanggungjawab terhadap penelitian\nini, yaitu Prof. William Brown menemui sang ilmuwan muslim untuk mendiskusikan\ntentang agama yang dibawa oleh seorang Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis)\nsebelum 1400 tahun lalu tentang fenomena ini. Maka ilmuwan tersebut pun\nmenerangkan kepadanya tentang Islam, setelah itu ia menghadiahkan alQur?an dan\nterjemahnya kepada sang professor.&lt;br /&gt;\nSelang beberapa hari setelah itu, professor William mengadakan ceramah di\nuniversitas Carnich ? Miloun, ia mengatakan: ?Dalam hidupku, aku belum pernah\nmenemukan fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni pekerjaan ini, dan\ntidak ada seorang ilmuwan pun dari mereka yang melakukan dari mereka yang\nmelakukan pengkajian yang sanggup menafsirkan apa makna dari fenomena ini.\nBegitu pula tidak pernah ditemukan kejadian alam yang bisa menafsirinya. Akan\ntetapi satu-satunya tafsir yang bisa kita temukan adalah didalam alQur?an. Hal\nini tidak memberikan pilihan lain buatku selain mengucapkan ?Aku bersaksi bahwa\ntidak ada ilah yang haq melainkan Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan\nutusan-Nya?&lt;br /&gt;\n&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Sang professor ini telah mengumumkan Islam nya dihadapan\npara hadirin yang sedang terperangah. ",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt; &lt;br /&gt;Maka para ilmuwan yang hadir pun tersentak dengan pernyataan tersebut, dan meminta dengan sangat untuk menunjukkan tafsir dan makna dari kejadian itu.&lt;br /&gt;Sang ilmuwan muslim segera menyitir firman Allah:&lt;br /&gt;??.Dan tak ada sesuatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun? (QS. Al-Israa?: 44)&lt;br /&gt;Tidaklah suara denyutan itu melainkan lafadz jalalah (nama Allah Azza wa Jalla) sebagaimana tampak dalam layer (Oscilloscope) .&lt;br /&gt;Maka keheningan dan keheranan luarbiasa menghiasi aula dimana para ilmuwan muslim tersebut berbicara.&lt;br /&gt;SubhanalLaah, Maha Suci Allah! Ini adalah salah satu mukjizat dari sekian banyak mukjizat agama yang haq ini!! Segala sesuatu bertasbih menggunakan nama Allah Jalla wa ?Ala. Akhirnya orang yang bertanggungjawab terhadap penelitian ini, yaitu Prof. William Brown menemui sang ilmuwan muslim untuk mendiskusikan tentang agama yang dibawa oleh seorang Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) sebelum 1400 tahun lalu tentang fenomena ini. Maka ilmuwan tersebut pun menerangkan kepadanya tentang Islam, setelah itu ia menghadiahkan alQur?an dan terjemahnya kepada sang professor.&lt;br /&gt;Selang beberapa hari setelah itu, professor William mengadakan ceramah di universitas Carnich ? Miloun, ia mengatakan: ?Dalam hidupku, aku belum pernah menemukan fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni pekerjaan ini, dan tidak ada seorang ilmuwan pun dari mereka yang melakukan dari mereka yang melakukan pengkajian yang sanggup menafsirkan apa makna dari fenomena ini. Begitu pula tidak pernah ditemukan kejadian alam yang bisa menafsirinya. Akan tetapi satu-satunya tafsir yang bisa kita temukan adalah didalam alQur?an. Hal ini tidak memberikan pilihan lain buatku selain mengucapkan ?Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang haq melainkan Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Sang professor ini telah mengumumkan Islam nya dihadapan para hadirin yang sedang terperangah. &lt;script&gt;&lt;!-- D(["mb","&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Dikutip dari Majalah\nQIBLATI edisi no. 11 tahun 2006/1427 H&lt;br /&gt;\nAllahu Akbar !! &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Maha Benar Allah dengan Segala FirmanNya.&lt;br /&gt;\n&lt;br /&gt;\nWassalam&lt;br /&gt;\nWidyani ( ZIS Konsultan)&lt;br /&gt;\nwww.rumahzakat. org&lt;br /&gt;\nZakat? &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Ya\nRumah Zakat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;\n\n&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;\n&lt;p&gt; &lt;/p&gt;\n&lt;p&gt; &lt;/p&gt;\n&lt;p&gt; &lt;/p&gt;\n&lt;p&gt; &lt;/p&gt;\n&lt;p&gt; &lt;/p&gt;\n&lt;p&gt;&lt;b&gt;D e n d  y     W a h y o n o&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;\n&lt;p&gt;&lt;b&gt;\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;\n&lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;  MLP-&lt;span&gt;100&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;\n&lt;p&gt;\u003d  bekerja membangun peradaban \u003d&lt;/p&gt;\n&lt;p&gt; &lt;/p&gt;\n&lt;p&gt; &lt;/p&gt;\n&lt;p&gt; &lt;/p&gt;\n&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;\n--~--~---------~--~----~------&lt;wbr&gt;------~-------~--~----~&lt;br /&gt;\n----------[DKM-ANNAHL; PT.SEIN]-------------\n&lt;br /&gt;E-mail : &lt;a&gt;masjid_annahl2002@yahoo.com.sg&lt;/a&gt;\n&lt;br /&gt;          : &lt;a&gt;masjid_annahl-owner@googlegroup&lt;wbr&gt;s.com&lt;/a&gt; \n&lt;br /&gt;------------------------------&lt;wbr&gt;------------------------------&lt;wbr&gt;--------------\n&lt;br /&gt;Situs  : &lt;a&gt;http://annahl-sein.blogspot&lt;wbr&gt;.com/&lt;/a&gt;\n&lt;br /&gt;milist : &lt;a&gt;masjid_annahl@googlegroups.com&lt;/a&gt;\n&lt;br /&gt;Kirimkan artikel ini ke saudara2 anda,\n&lt;br /&gt;ajak mereka untuk gabung dengan milis kami.&lt;br /&gt;-~----------~----~----~----~--&lt;wbr&gt;----~----~------~--~---&lt;br /&gt;\n&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;\n",0] );  //--&gt;&lt;/script&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Dikutip dari Majalah QIBLATI edisi no. 11 tahun 2006/1427 H&lt;br /&gt;Allahu Akbar !! &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Maha Benar Allah dengan Segala FirmanNya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1692203458252506736-624781565781573598?l=titiankalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://titiankalbu.blogspot.com/feeds/624781565781573598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1692203458252506736&amp;postID=624781565781573598' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692203458252506736/posts/default/624781565781573598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692203458252506736/posts/default/624781565781573598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titiankalbu.blogspot.com/2008/06/pohon-pun-bertasbih.html' title='Pohon pun Bertasbih'/><author><name>Ariful Ulum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16780610575400511988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_0vNxMqOSdsw/SExycHDnYYI/AAAAAAAAABE/DbDuVXp4JTY/S220/Ariful+Ulum+10507105.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692203458252506736.post-4465342507776669131</id><published>2008-06-07T03:52:00.000-07:00</published><updated>2008-06-07T03:58:02.010-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Beautiful of Islam'/><title type='text'>Air mata Rasulullah S.A.W</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sepertinya nggak akan pernah bosan-bosan kalau membaca yg satu ini... untuk&lt;br /&gt;mengingatkan kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.&lt;br /&gt;Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,&lt;br /&gt;Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan&lt;br /&gt;menutup pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan&lt;br /&gt;bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"&lt;br /&gt;"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur&lt;br /&gt;Fatimah lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.&lt;br /&gt;Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.&lt;br /&gt;"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang&lt;br /&gt;memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah,&lt;br /&gt;Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri,&lt;br /&gt;tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit&lt;br /&gt;dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan&lt;br /&gt;apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat&lt;br /&gt;lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.&lt;br /&gt;Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu&lt;br /&gt;ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan&lt;br /&gt;kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah,&lt;br /&gt;aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan surga bagi siapa&lt;br /&gt;saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh&lt;br /&gt;Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh,&lt;br /&gt;urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya&lt;br /&gt;menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.&lt;br /&gt;"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya&lt;br /&gt;Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup,&lt;br /&gt;melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian&lt;br /&gt;terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.&lt;br /&gt;"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini&lt;br /&gt;kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan&lt;br /&gt;dadanya sudah tidak bergerak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan&lt;br /&gt;telinganya. "Uushiikum bis-shalaati, wa maa malakat aimaanukum - peliharalah&lt;br /&gt;shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di&lt;br /&gt;luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.&lt;br /&gt;Fatimah menutupkan tangan di wajahnya dan Ali kembali mendekatkan telinganya&lt;br /&gt;ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii!" -&lt;br /&gt;Umatku, umatku, umatku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini,&lt;br /&gt;mampukah kita mencintai sepertinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allaahumma Shalli wa sallim 'alaa sayyidinaa Muhammadin Al faatihi lima&lt;br /&gt;ughliqa wal khaatimi limaa sabaqa wanaashiril haqqi bil haqqi walhaadii ilaa&lt;br /&gt;shiraathal mustaqiimi wa'alaa aalihi wa shahbihi haqqa qadrihi wa&lt;br /&gt;miqdaarihil azhiimi..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keselamatan atas junjungan kita Nabi&lt;br /&gt;Muhammad SAW yg membuka apa yang tertutup dan menutup segala yang dahulu,&lt;br /&gt;penolong yang hak dengan yg hak dan yg menunjukan kejalan yg benar, dan&lt;br /&gt;kepada para keluarga dan sahabatnya hingga pangkat dan kekuasaannya yg besar&lt;br /&gt;amin"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1692203458252506736-4465342507776669131?l=titiankalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://titiankalbu.blogspot.com/feeds/4465342507776669131/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1692203458252506736&amp;postID=4465342507776669131' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692203458252506736/posts/default/4465342507776669131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692203458252506736/posts/default/4465342507776669131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titiankalbu.blogspot.com/2008/06/air-mata-rasulullah-saw.html' title='Air mata Rasulullah S.A.W'/><author><name>Ariful Ulum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16780610575400511988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_0vNxMqOSdsw/SExycHDnYYI/AAAAAAAAABE/DbDuVXp4JTY/S220/Ariful+Ulum+10507105.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692203458252506736.post-4050608808703619607</id><published>2008-06-07T02:53:00.000-07:00</published><updated>2008-06-07T03:25:22.647-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Beautiful of Islam'/><title type='text'>Akhlak Muhammad S.A.W</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah Nabi wafat, seketika itu pula kota Madinah bising dengan tangisan ummat Islam; antara percaya - tidak percaya, Rasul Yang Mulia telah meninggalkan para sahabat. Beberapa waktu kemudian, seorang arab badui menemui Umar dan dia meminta, 'ceritakan padaku akhlak Muhammad. Umar menangis mendengar permintaan itu. Ia tak sanggup berkata apa-apa. Ia menyuruh Arab badui tersebut menemui Bilal. Setelah ditemui dan diajukan permintaan yg sama, Bilal pun menangis, ia tak sanggup menceritakan apapun. Bilal hanya dapat menyuruh orang tersebut menjumpai Ali bin Abi Thalib.&lt;br /&gt;Orang Badui ini mulai heran. Bukankah Umar merupakan seorang sahabat senior Nabi, begitu pula Bilal, bukankah ia merupakan sahabat setia Nabi. Mengapa mereka tak sanggup menceritakan akhlak Muhammad. Dengan berharap-harap cemas, Badui ini menemui Ali. Ali dengan linangan air mata berkata, 'ceritakan padaku keindahan dunia ini!. Badui ini menjawab, 'bagaimana mungkin aku dapat menceritakan segala keindahan dunia ini... Ali menjawab, 'engkau tak sanggup menceritakan keindahan dunia padahal Allah telah berfirman bahwa sungguh dunia ini kecil dan hanyalah senda gurau belaka, lalu bagaimana aku dapat melukiskan akhlak Muhammad, sedangkan Allah telah berfirman bahwa sungguh Muhammad memiliki budi pekerti yang agung! (QS. Al-Qalam[68]: 4)&lt;br /&gt;Badui ini lalu menemui Siti Aisyah r.a. Isteri Nabi yang sering disapa 'Khumairah' oleh Nabi ini hanya menjawab, khuluquhu al-Qur'an (Akhlaknya Muhammad itu Al-Qur'an). Seakan-akan Aisyah ingin mengatakan bahwa Nabi itu bagaikan Al-Qur'an berjalan. Badui ini tidak puas, bagaimana bisa ia segera menangkap akhlak Nabi kalau ia harus melihat ke seluruh kandungan Qur'an. Aisyah akhirnya menyarankan Badui ini untuk membaca dan menyimak QS Al-Mu'minun[23]: 1-11.&lt;br /&gt;Bagi para sahabat, masing-masing memiliki kesan tersendiri dari pergaulannya dengan Nabi. Kalau mereka diminta menjelaskan seluruh akhlak Nabi, linangan air mata-lah jawabannya, karena mereka terkenang akan junjungan mereka. Paling-paling mereka hanya mampu menceritakan satu fragmen yang paling indah dan berkesan dalam interaksi mereka dengan Nabi terakhir ini.&lt;br /&gt;Mari kita kembali ke Aisyah. Ketika ditanya, bagaimana perilaku Nabi, Aisyah hanya menjawab, 'ah semua perilakunya indah.' ketika didesak lagi, Aisyah baru bercerita saat terindah baginya, sebagai seorang isteri. 'Ketika aku sudah berada di tempat tidur dan kami sudah masuk dalam selimut, dan kulit kami sudah bersentuhan, suamiku berkata, ÔYa Aisyah, izinkan aku untuk menghadap Tuhanku terlebih dahulu.' Apalagi yang dapat lebih membahagiakan seorang isteri, karena dalam sejumput episode tersebut terkumpul kasih sayang, kebersamaan, perhatian dan rasa hormat dari seorang suami, yang juga seorang utusan Allah.&lt;br /&gt;Nabi Muhammad jugalah yang membikin khawatir hati Aisyah ketika menjelang subuh Aisyah tidak mendapati suaminya disampingnya. Aisyah keluar membuka pintu rumah. terkejut ia bukan kepalang, melihat suaminya tidur di depan pintu. Aisyah berkata, 'mengapa engkau tidur di sini.' Nabi Muhammmad menjawab, 'aku pulang sudah larut malam, aku khawatir mengganggu tidurmu sehingga aku tidak mengetuk pintu. itulah sebabnya aku tidur di depan pintu.' Mari berkaca di diri kita masing-masing. Bagaimana perilaku kita terhadap isteri kita? Nabi mengingatkan, 'berhati-hatilah kamu terhadap isterimu, karena sungguh kamu akan ditanya di hari akhir tentangnya.' Para sahabat pada masa Nabi memperlakukan isteri mereka dengan hormat, mereka takut kalau wahyu turun dan mengecam mereka.&lt;br /&gt;Buat sahabat yang lain, fragmen yang paling indah ketika sahabat tersebut terlambat datang ke Majelis Nabi. Tempat sudah penuh sesak. Ia minta izin untuk mendapat tempat, namun sahabat yang lain tak ada yang mau memberinya tempat. Di tengah kebingungannya, Rasul memanggilnya. Rasul memintanya duduk di dekatnya. Tidak cukup dengan itu, Rasul pun melipat sorbannya lalu diberikan pada sahabat tersebut untuk dijadikan alas tempat duduk. Sahabat tersebut dengan berlinangan air mata, menerima sorban tersebut namun tidak menjadikannya alas duduk akan tetapi mencium sorban Nabi.&lt;br /&gt;Senangkah kita kalau orang yang kita hormati, pemimpin yang kita junjung tiba-tiba melayani kita bahkan memberikan sorbannya untuk tempat alas duduk kita. Bukankah kalau mendapat kartu lebaran dari seorang pejabat saja kita sangat bersuka cita. Begitulah akhlak Nabi, sebagai pemimpin ia ingin menyenangkan dan melayani bawahannya. Dan tengoklah diri kita. Kita adalah pemimpin, bahkan untuk lingkup paling kecil sekalipun, sudahkah kita meniru akhlak Rasul Yang Mulia.&lt;br /&gt;Nabi Muhammad juga terkenal suka memuji sahabatnya. Kalau kita baca kitab-kitab hadis, kita akan kebingungan menentukan siapa sahabat yang paling utama. Terhadap Abu Bakar, Rasul selalu memujinya. Abu Bakar-lah yang menemani Rasul ketika hijrah. Abu Bakarlah yang diminta menjadi Imam ketika Rasul sakit. Tentang Umar, Rasul pernah berkata, 'syetan saja takut dengan Umar, bila Umar lewat jalan yang satu, maka Syetan lewat jalan yang lain.' Dalam riwayat lain disebutkan, 'Nabi bermimpi meminum susu. Belum habis satu gelas, Nabi memberikannya pada Umar yang meminumnya sampai habis. Para sahabat bertanya, Ya Rasul apa maksud (ta'wil) mimpimu itu? Rasul menjawab ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;Tentang Utsman, Rasul sangat menghargai Ustman karena itu Utsman menikahi dua putri nabi, hingga Utsman dijuluki dzu an-Nurain (pemilik dua cahaya). Mengenai Ali, Rasul bukan saja menjadikannya ia menantu, tetapi banyak sekali riwayat yang menyebutkan keutamaan Ali. Aku ini kota ilmu, dan Ali adalah pintunya. barang siapa membenci Ali, maka ia merupakan orang munafik.&lt;br /&gt;Lihatlah diri kita sekarang. Bukankah jika ada seorang rekan yang punya sembilan kelebihan dan satu kekurangan, maka kita jauh lebih tertarik berjam-jam untuk membicarakan yang satu itu dan melupakan yang sembilan. Ah...ternyata kita belum suka memuji; kita masih suka mencela. Ternyata kita belum mengikuti sunnah Nabi.&lt;br /&gt;Saya pernah mendengar ada seorang ulama yang mengatakan bahwa Allah pun sangat menghormati Nabi Muhammad. Buktinya, dalam Al-Qur'an Allah memanggil para Nabi dengan sebutan nama: Musa, Ayyub, Zakaria, dll. tetapi ketika memanggil Nabi Muhammad, Allah menyapanya dengan Wahai Nabi. Ternyata Allah saja sangat menghormati beliau.&lt;br /&gt;Para sahabatpun ditegur oleh Allah ketika mereka berlaku tak sopan pada Nabi. Alkisah, rombongan Bani Tamim menghadap rasul. Mereka ingin Rasul menunjuk pemimpin buat mereka. Sebelum Nabi memutuskan siapa, Abu Bakar berkata: Angkat Al-Qaqa bin Mabad sebagai pemimpin. Kata Umar, Tidak, angkatlah Al-Aqra bin Habis. Abu Bakar berkata ke Umar, Kamu hanya ingin membantah aku saja, Umar menjawab, Aku tidak bermaksud membantahmu. Keduanya berbantahan sehingga suara mereka terdengar makin keras. Waktu itu turunlah ayat: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya. Takutlah kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha Mendengar dan maha Mengetahui. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menaikkan suaramu di atas suara Nabi. janganlah kamu mengeraskan suara kamu dalam percakapan dengan dia seperti mengeraskan suara kamu ketika bercakap sesama kamu. Nanti hapus amal-amal kamu dan kamu tidak menyadarinya (al-hujurat 1-2)&lt;br /&gt;Setelah mendengar teguran itu Abu Bakar berkata, 'Ya Rasul Allah, demi Allah, sejak sekarang aku tidak akan berbicara denganmu kecuali seperti seorang saudara yang membisikkan rahasia. Umar juga berbicara kepada Nabi dengan suara yang lembut. Bahkan konon kabarnya setelah peristiwa itu Umar banyak sekali bersedekah, karena takut amal yang lalu telah terhapus. Para sahabat Nabi takut akan terhapus amal mereka karena melanggar etiket berhadapan dengan Nabi.&lt;br /&gt;Dalam satu kesempatan lain, ketika di Mekkah, Nabi didatangi utusan pembesar Quraisy, Utbah bin Rabi'ah. Ia berkata pada Nabi, Wahai kemenakanku, kau datang membawa agama baru, apa yang sebetulnya kau kehendaki. Jika kau kehendaki harta, akan kami kumpulkan kekayaan kami, Jika Kau inginkan kemuliaan akan kami muliakan engkau. Jika ada sesuatu penyakit yang dideritamu, akan kami carikan obat. Jika kau inginkan kekuasaan, biar kami jadikan engkau penguasa kami&lt;br /&gt;Nabi mendengar dengan sabar uraian tokoh musyrik ini. Tidak sekalipun beliau membantah atau memotong pembicaraannya. Ketika Utbah berhenti, Nabi bertanya, Sudah selesaikah, Ya Abal Walid? Sudah. kata Utbah. Nabi membalas ucapan utbah dengan membaca surat Fushilat. Ketika sampai pada ayat sajdah, Nabi bersujud. Sementara itu Utbah duduk mendengarkan Nabi sampai menyelesaikan bacaannya.&lt;br /&gt;Peristiwa ini sudah lewat ratusan tahun lalu. Kita tidak heran bagaimana Nabi dengan sabar mendegarkan pendapat dan usul Utbah, tokoh musyrik. Kita mengenal akhlak nabi dalam menghormati pendapat orang lain. Inilah akhlak Nabi dalam majelis ilmu. Yang menakjubkan adalah perilaku kita sekarang. Bahkan oleh si Utbbah, si musyrik, kita kalah. Utbah mau mendengarkan Nabi dan menyuruh kaumnya membiarkan Nabi berbicara. Jangankan mendengarkan pendapat orang kafir, kita bahkan tidak mau mendengarkan pendapat saudara kita sesama muslim. Dalam pengajian, suara pembicara kadang-kadang tertutup suara obrolan kita. Masya Allah!&lt;br /&gt;Ketika Nabi tiba di Madinah dalam episode hijrah, ada utusan kafir Mekkah yang meminta janji Nabi bahwa Nabi akan mengembalikan siapapun yang pergi ke Madinah setelah perginya N abi. Selang beberapa waktu kemudian. Seorang sahabat rupanya tertinggal di belakang Nabi. Sahabat ini meninggalkan isterinya, anaknya dan hartanya. Dengan terengah-engah menembus padang pasir, akhirnya ia sampai di Madinah. Dengan perasaan haru ia segera menemui Nabi dan melaporkan kedatangannya. Apa jawab Nabi? Kembalilah engkau ke Mekkah. Sungguh aku telah terikat perjanjian. Semoga Allah melindungimu. Sahabat ini menangis keras. Bagi Nabi janji adalah suatu yang sangat agung. Meskipun Nabi merasakan bagaimana besarnya pengorbanan sahabat ini untuk berhijrah, bagi Nabi janji adalah janji; bahkan meskipun janji itu diucapkan kepada orang kafir. Bagaimana kita memandang harga suatu janji, merupakan salah satu bentuk jawaban bagaimana perilaku Nabi telah menyerap di sanubari kita atau tidak.&lt;br /&gt;Dalam suatu kesempatan menjelang akhir hayatnya, Nabi berkata pada para sahabat, Mungkin sebentar lagi Allah akan memanggilku, aku tak ingin di padang mahsyar nanti ada diantara kalian yang ingin menuntut balas karena perbuatanku pada kalian. Bila ada yang keberatan dengan perbuatanku pada kalian, ucapkanlah! Sahabat yang lain terdiam, namun ada seorang sahabat yang tiba-tiba bangkit dan berkata, Dahulu ketika engkau memeriksa barisa di saat ingin pergi perang, kau meluruskan posisi aku dengan tongkatmu. Aku tak tahu apakah engkau sengaja atau tidak, tapi aku ingin menuntut qishash hari ini. Para sahabat lain terpana, tidak menyangka ada yang berani berkata seperti itu. Kabarnya Umar langsung berdiri dan siap membereskan orang itu. Nabi melarangnya. Nabi pun menyuruh Bilal mengambil tongkat ke rumah Nabi. Siti Aisyah yang berada di rumah Nabi keheranan ketika Nabi meminta tongkat. Setelah Bilal menjelaskan peristiwa yang terjadi, Aisyah pun semakin heran, mengapa ada sahabat yang berani berbuat senekad itu setelah semua yang Rasul berikan pada mereka.&lt;br /&gt;Rasul memberikan tongkat tersebut pada sahabat itu seraya menyingkapkan bajunya, sehingga terlihatlah perut Nabi. Nabi berkata, lakukanlah! Detik-detik berikutnya menjadi sangat menegangkan. Tetapi terjadi suatu keanehan. Sahabat tersebut malah menciumi perut Nabi dan memeluk Nabi seraya menangis, Sungguh maksud tujuanku hanyalah untuk memelukmu dan merasakan kulitku bersentuhan dengan tubuhmu!. Aku ikhlas atas semua perilakumu wahai Rasulullah. Seketika itu juga terdengar ucapan, Allahu Akbar berkali-kali. sahabat tersebut tahu, bahwa permintaan Nabi itu tidak mungkin diucapkan kalau Nabi tidak merasa bahwa ajalnya semakin dekat. Sahabat itu tahu bahwa saat perpisahan semakin dekat, ia ingin memeluk Nabi sebelum Allah memanggil Nabi.&lt;br /&gt;Suatu pelajaran lagi buat kita. Menyakiti orang lain baik hati maupun badannya merupakan perbuatan yang amat tercela. Allah tidak akan memaafkan sebelum yang kita sakiti memaafkan kita. Rasul pun sangat hati-hati karena khawatir ada orang yang beliau sakiti. Khawatirkah kita bila ada orang yang kita sakiti menuntut balas nanti di padang Mahsyar di depan Hakim Yang Maha Agung ditengah miliaran umat manusia. Jangan-jangan kita menjadi orang yang muflis. Na'udzu billah.....&lt;br /&gt;Nabi Muhammad ketika saat haji Wada, di padang Arafah yang terik, dalam keadaan sakit, masih menyempatkan diri berpidato. Di akhir pidatonya itu Nabi dengan dibalut sorban dan tubuh yang menggigil berkata, Nanti di hari pembalasan, kalian akan ditanya oleh Allah apa yang telah aku, sebagai Nabi, perbuat pada kalian. Jika kalian ditanya nanti, apa jawaban kalian? Para sahabat terdiam dan mulai banyak yang meneteskan air mata. Nabi melanjutkan, Bukankah telah kujalani hari-hari bersama kalian dengan lapar, bukankah telah kutaruh beberapa batu diperutku karena menahan lapar bersama kalian, bukankah aku telah bersabar menghadapi kejahilan kalian, bukankah telah ku sampaikan pada kalian wahyu dari Allah.....? Untuk semua pertanyaan itu, para sahabat menjawab, 'benar ya Rasul!&lt;br /&gt;Rasul pun mendongakkan kepalanya ke atas, dan berkata, Ya Allah saksikanlah...Ya Allah saksikanlah...Ya Allah saksikanlah!. Nabi meminta kesaksian Allah bahwa Nabi telah menjalankan tugasnya. Di pengajian ini saya pun meminta Allah menyaksikan bahwa kita mencintai Rasulullah.Ya Allah saksikanlah betapa kami mencintai Rasul-Mu, betapa kami sangat ingin bertemu dengan kekasih-Mu, betapa kami sangat ingin meniru semua perilakunya yang indah; semua budi pekertinya yang agung, betapa kami sangat ingin dibangkitkan nanti di padang Mahsyar bersama Nabiyullah Muhammad, betapa kami sangat ingin ditempatkan di dalam surga yang sama dengan surganya Nabi kami. Ya Allah saksikanlah...Ya Allah saksikanlah Ya Allah saksikanlah...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1692203458252506736-4050608808703619607?l=titiankalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://titiankalbu.blogspot.com/feeds/4050608808703619607/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1692203458252506736&amp;postID=4050608808703619607' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692203458252506736/posts/default/4050608808703619607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692203458252506736/posts/default/4050608808703619607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titiankalbu.blogspot.com/2008/06/beautiful-of-islam.html' title='Akhlak Muhammad S.A.W'/><author><name>Ariful Ulum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16780610575400511988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_0vNxMqOSdsw/SExycHDnYYI/AAAAAAAAABE/DbDuVXp4JTY/S220/Ariful+Ulum+10507105.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692203458252506736.post-5742404336609368685</id><published>2008-06-07T02:43:00.000-07:00</published><updated>2008-06-09T22:03:33.714-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mutiara Hikmah'/><title type='text'>Syukurilah makanan kita</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Syukurilah makanan yang kita dapatkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;ariful&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita renungi sejenak, sejenak, sesungguhnya begitu berharganya setiap bulir nasi yang ada di piring kita. Bahkan Rasul mengajarkan untuk membersihkan sisa-sisa makanan di jari-jari kita sehabis makan, bukan dengan dilap tapi menjilati jari2 kita tersebut, karena kita tidak tahu dimanakah di bagian makanan yang kita makan itu yang diberkahi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkan kita sadari sesungguhnya makan bukanlah memasukkan sesuatu yang enak ke dalam perut kita, sehingga kita mengeluh kalau makanan yang kita dapatkan kurang enak, kemudian meninggalkannya begitu saja. Makan adalah mensyukuri nikmat Allah. Sudah dikaruniakan oleh-Nya makanan kepada kita tapi kita malah menyia-nyiakannya begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkan kita sadari kita sering menghina Allah dengan makanan yang diberikannya kepada kita? kita berdoa sebelum makan, mengucapkan terimakasih, syukur dan puji-pujian dan harapan, kemudian setelah kita rasakan makanannya tidak berkenan di lidah kita kemudian kita sisakan begitu saja, kita makan sedikit bagian enaknya saja, bukankah itu sama saja dengan mengucapkan "ah makannya ga enak Allah, aku ga mau makan, kubuang saja, aku akan mencari yang lebih enak". Lalu apa arti doa kita sebelum makan tadi ? Bukankah itu sama dengan sombong dihadapan Allah ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1692203458252506736-5742404336609368685?l=titiankalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://titiankalbu.blogspot.com/feeds/5742404336609368685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1692203458252506736&amp;postID=5742404336609368685' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692203458252506736/posts/default/5742404336609368685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692203458252506736/posts/default/5742404336609368685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://titiankalbu.blogspot.com/2008/06/mutiara-hikmah.html' title='Syukurilah makanan kita'/><author><name>Ariful Ulum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16780610575400511988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_0vNxMqOSdsw/SExycHDnYYI/AAAAAAAAABE/DbDuVXp4JTY/S220/Ariful+Ulum+10507105.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
