Makan adalah hal yang pasti kita lakukan sehari-hari, dan saking seringnya kita makan dan melihat berbagai cara orang untuk makan, akhirnya kita melupakan sunnah makan yang sangat penting, yaitu makan dengan tangan kanan.
Marilah terlebih dahulu kita tengok pesan Rasulullah tentang makan dengan tangan kanan ini :
1. Dalam hadits yang muttafaqun ‘alaih,
يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
“Wahai anak, sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah yang ada di hadapanmu." (HR. Bukhari no. 5376, Bab Membaca Basmalah ketika Makan dan Makan dengan Tangan Kanan; Muslim no. 2022, Bab Adab Makan-Minum dan Hukumnya)
2. Dalam Shahih Muslim disebutkan sebuah riwayat,
« إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ ».
"Jika seseorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia makan dengan tangan kanannya. Jika minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya, karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya pula." (HR. Muslim no. 2020, Bab Adab Makan-Minum dan Hukumnya.
3. Dalam kitab yang sama disebutkan riwayat lainnya,
أَنَّ رَجُلاً أَكَلَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِشِمَالِهِ فَقَالَ « كُلْ بِيَمِينِكَ ». قَالَ لاَ أَسْتَطِيعُ قَالَ « لاَ اسْتَطَعْتَ ». مَا مَنَعَهُ إِلاَّ الْكِبْرُ. قَالَ فَمَا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ.
“Ada seorang laki-laki makan di samping Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan tangan kirinya. Lalu Rasulullah bersabda, ‘Makanlah dengan tangan kananmu!’ Dia malah menjawab, 'Aku tidak bisa.' Beliau bersabda, ‘Benarkah kamu tidak bisa?’ -dia menolaknya karena sombong-. Setelah itu tangannya tidak bisa sampai ke mulutnya.” (HR. Muslim no. 2021.
Seringkali dalam keseharian kita lupa, dan dengan tanpa kita sadari, kita makan dengan tangan kiri, minumpun juga demikian, padahal semestinya kebiasaan ini harus kita tinggalkan karena merupakan kebiasaan syaitan yang buruk.
Sebagai contoh misalnya kita sedang makan nasi, lengkap dengan lauk pauk, dan krupuknya, maka tanpa sadar kita makan krupuknya dengan tangan kiri. Pada saat kita makan gorengan, kita pegang gorengan di tangan kanan dan cabenya ditangan kiri, alangkah anehnya kelihatannya kalau kita menggunakan kedua tangan kita bersamaan untuk makan, karena akan terlihat seperti orang yang rakus.
Bahkan minum pun sering kita lakukan dengan tangan kiri, karena sudah menjadi kebiasaan. Pada saat makan steak hampir dipastikan semua orang makan dengan tangan kiri, karena tangan kanan lebih terampil memegang pisau, padahal ini tidak sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah.
Tidak sulit sebenarnya menghilangkan kebiasaan ini, tergantung dari niat dan kesungguhan kita mengamalkannya.
Misalnya anda sedang makan steak, cobalah untuk memegang pisau ditangan kiri, dan garpu ditangan kanan, pada awalnya akan canggung dan sulit memotong dagingnya, tapi setelah beberapa kali latihan memotong, maka akan menjadi lancar.
Selalu letakkanlah gelas anda dekat dengan tangan kanan, sehingga tangan kanan akan lebih mudah menjangkaunya dan otomatis tangan kiri tidak ikut2 menjamah gelas.
Kalau ada beberapa makanan yang ingin anda makan, maka makanlah dengan bergantian, jangan gunakan kedua tangan bersamaan, misalnya makan nasi dulu, kemudian letakkan sendoknya baru mengambil kerupuk, atau potonglah krupuk terlebih dulu baru anda makan. Ketika makan gorengan, maka makanlah gorengannya dulu, letakkan baru kemudian makan cabenya.
Segala sesuatu yang diajarkan Rasulullah Insyaallah akan membawa kebaikan kepada kita. Insyaallah membawa barakah. Amiin
Mbah Jerangkong,
Cikarang, 4 Maret 2011
Read More...
Meniti Jalan Allah
Manusia selalu membuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang membuat kesalahan adalah orang yang terus berusaha memperbaiki dirinya agar tidak melakukan kesalahan lagi, dan selalu menjaga dirinya agar selalu teguh di jalan Allah
Thursday, March 3, 2011
Makan dan minum dengan tangan kanan
Thursday, August 5, 2010
Berdoa sebelum berkendaraan
Beberapa hari terakhir ini saya begitu ingin menulis sesuatu tentang berdoa sebelum berkendaraan, berkenaan dengan sebuah peristiwa yang terjadi pada saat saya pulang kerja di suatu malam. Waktu itu seperti biasanya kalau pulang kerja jam 7 PM akan sampai ditempat parkiran motor jam 8.30 PM, tak lupa memulai ritual yaitu menelepon kerumah dulu sebelum jalan, menanyakan apakah anak saya yang masih satu2nya sudah tidur atau belum. Dan ternyata dia belum tidur, bingo, berarti ada kesempatan ketemu dia dan bermain bersama sesaat sebelum dia tidur, akhirnya langsung tancap gas, dan terjadilah peristiwa itu, sebuah kecelakaan, yang membahayakan nyawa orang lain, walaupun tidak ada yang terluka dalam kejadia itu, tetapi langsung menyadarkan saya akan pentingnya sesuatu, yaitu "Berdoa Sebelum Berkendaraan".
Sebelumnya flash back dulu, selama hidup di Jakarta dalam 5 tahun, belum sekalipun saya mengalami kecelakaan, Alhamdulillah, (jadi yg tertarik untuk beli motor saya tidak bakal menyesal, masih lurus uy) heheh promo nih. Berbeda sekali dengan waktu saya kuliah (5 tahun juga) dalam masa itu banyak sekali saya mengalami kecelakaan di jalan, baik itu "Solo accident" maupun "Interactive accident".
Masih segar dalam ingatan saya kecelakaan pertama yang saya alami terjadi di jalanan antara Waduk Selorejo dan daerah Kandangan, di jalanan yang berliku-liku di lereng pegunungan, jalanan sempit dengan jurang di sisinya, ketika itu saya gagal mengeksekusi tikungan "Double U Turn" yang radiusnya sangat pendek sekali, belakangan saya tahu kalau melewati tikungan itu harus sangat rebah, banting kiri sedikit lalu langsung banting kanan, sangat menyenangkan kebut-kebutan disini, setiap belok mesti rebahan or else bakal nyelonong, waktu itu saya gagal menikung ke kanan, lalu keluar track dan jatuh di bawah tebing, syukurlah tidak jatuh ke sisi lain, karena kalau jatuh di sisi lain artinya masuk jurang, dan untungnya waktu itu lagi sepi, jadi tidak ada orang yang menertawakan, jatuh sendiri, bangun sendiri, walaupun sempat kesulitan karena ketindih motor.
Kecelakaan paling parah adalah waktu menabrak seorang gadis, sepulang dari Surabaya karena pengen sekali segera mencoba micro transmitter yang baru saya beli dari Surabaya untuk tugas akhir, tabrakan frontal yang mengakibatkan kaki gadis itu retak-retak tulang kakinya di beberapa lokasi, sampai harus masuk beberapa rumah sakit. Dengan biaya pengobatan yang harus saya tanggung sendiri waktu itu, karena tidak berani memberi tahu orang tua kalau saya mencelakakan orang lain.
Kembali tentang insiden malam itu, selama ini saya meyakini satu hal berdasarkan dari beberapa testimoni beberapa orang dan beberapa nasehat guru saya, kita akan terhindar dari musibah bisa dikarenakan oleh beberapa hal :
1. Orang yang bersedekah, tidak akan mendapat bala' atau musibah pada hari itu, pada beberapa buku dikisahkan ada seekor burung mengadu kepada Allah karena seorang pemburu selalu mengambil anaknya, sampai suatu hari Allah berjanji akan menghukum pemburu itu dengan mencabut nyawanya, tetapi apa yang terjadi lagi-lagi pemburu itu selamat setelah melakukan aksinya mengambil anak si burung. Akhirnya burung itu protes kepada Allah, jawab Allah pemuda itu selamat karena sebelum mengambil anak burung itu, dia bersedekah dengan memberikan bekalnya kepada orang yang minta makanan di jalan.
Jadi kesimpulannya orang yang bersedekah akan selamat dari mara bahaya pada hari itu.
2. Orang yang mengerjakan Shalat Dhuha juga akan selamat, mengapa ? karena Shalat Dhuha seperti sedekah.
“Pada pagi hari diwajibkan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Begitu juga amar ma’ruf (memerintahkan kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at.” (HR. Muslim no. 1704)
Kesimpulannya orang yang mengerjakan Shalat Dhuha juga akan selamat dari mara bahaya.
3. Berdzikir, mengingat Allah bisa menyelamatkan kita. Seorang tukang ojek pernah bercerita kepada seseorang, "saya tidak pernah mengalami kecelakaan dijalan, karena saya selalu ingat pada Allah dengan berdzikir, saya yakin Allah akan mengawasi saya, kalau Allah mengawasi saya, bagaimana mungkin saya akan celaka ?"
4. Berdoa sebelum naik kendaraan adalah yang paling penting, seorang guru saya dulu menasehati, bacalah doa sebelum berkendaraan supaya kamu selamat, doa pertama, bacalah "Bismillahi tawakkaltu alallah, laa haula walaa quwwata illa billah"
“Jika seseorang keluar rumah, lalu dia mengucapkan “Bismillahi tawakkaltu ‘alallah, laa hawla wa laa quwwata illa billah” (Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya), maka dikatakan ketika itu: “Engkau akan diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga”. Setan pun akan menyingkir darinya. Setan yang lain akan mengatakan: “Bagaimana mungkin engkau bisa mengganggu seseorang yang telah mendapatkan petunjuk, kecukupan dan penjagaan?!” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Doa kedua adalah yang tercantu dalam Surat Hud 41.
"Bismillahi majreehaa wa mursaahaa" artinya "Dengan menyebut nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuh" ini adalah doa Nabi Nuh ketika akan masuk kapalnya.
Sedikit diperhatikan, walaupun dalam ayat tersebut tertulis "majrohaa" karena pakai huruf ro + fathah, tetapi dibaca "majreehaa", jadi ini satu-satunya huruf e dalam vokal Arab (CMIW).
Kedua doa itu selalu saya baca ketika akan berkendaraan, sampai kecelakaan pada malam itu mengingatkan saya, ternyata saya telah lalai tidak membacanya karena terlalu senangnya akan bertemu anak sepulang kerja.
Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua.
Cikarang, 6 August 2010,
Mbah Jerangkong
Read More...
Thursday, July 8, 2010
Seringkali kita lupa bersyukur
Dalam setiap saat, setiap hela nafas, setiap langkah, setiap gerakan bahkan setiap kedipan mata kita terdapat nikmat Allah, setiap bulir nasi yg kita suap, setetes air yang kita minum mengandung perintah syukur. Banyak sekali nikmat Allah yang kita terima setiap detiknya, bahkan kita tak akan sanggup menghitungnya. "Seandainya kalian menghitung nikmat Allah, tentu kalian tidak akan mampu" (An-Nahl: 18)
Bersyukur merupakan salah satu bentuk pengakuan kita sebagai hamba kepada Allah Sang Pencipta Yang Agung, dalam satu ayat disebutkan "Hai orang-orang yang beriman! Makanlah di antara rezeki yang baik yang kami berikan kepadamu. Dan bersyukurlah kepada Allah jika memang hanya dia saja yang kamu sembah." (Al-Baqarah: 172)
Tapi kita seringkali melupakan untuk bersyukur, kita sering lalai dan terlena dalam harapan-harapan yang membuat kita menjadi insan manja, tidak tahan ujian, tidak tahan banting, lebay kalau saya bilang.
Misalnya masalah makanan, saat kita makan kita mengharapkan makanan enak, tetapi yang kita terima tidak seperti yang kita harapkan, saat itu kita merasa kecewa, padahal saat itu seharusnya kita menghaturkan syukur yang tak terhingga kepada Allah sehingga makanan itu sampai ke hadapan kita. Pernahkan kita fikirkan bagaimana makanan itu bisa sampai didepan kita, sebutir nasi dulu sajalah, sebelum menjadi nasi matang, perlu tangan lembut seorang tukang masak, mungkin ia seorang Ibu yang dengan bekerja sebagai tukang masak ia sangat berharap untuk dapat menghidupi anaknya dengan upahnya yang tidak seberapa, mungkin ia seorang karyawati kontrak yang bulan depan kontraknya habis dan tidak tahu akan bekerja apalagi setelah itu, atau sebelum nasi itu menjadi beras, mungkin seorang kuli telah mengantarkannya dengan berpeluh dan berpanas-panasan. Teringat seorang tukang becak yang dulu bekerja didekat rumah, beliau selain mengayuh becak juga menjadi kuli pengangkut beras, terlihat jelas dia sangat keberatan mengangkut beban 100kg di punggungnya dan beliau harus angkut beras-beras itu bolak-balik seharian dari truk ke gudang. Sebelumnya, beras itu tentulah ditanam di sawah oleh seorang petani, berpanas-panas dia berharap padinya tumbuh sehat dan padat, dan bisa dijual dengan harga pantas, padahal seringkali harganya jauh dibawah harga dasar pemerintah pada saat musim panen. Di sawah itu mungkin bekerja pula seorang buruh-buruh tani yang hidupnya sangat jauh dari berkecukupan. Dan masih panjang lagi rangkaian-rangkaian kisah yang terjadi tentang bagaimana sebutir nasi itu sampai di hadapan kita, kemudian setelah itu layakkah kita sia-siakan ? janganlah kita menghina Allah dengan menyia-nyiakan nikmat-Nya. Ambillah makanan yang ingin kamu makan dengan sekedarnya saja, dan tinggalkanlah yang tidak ingin kamu makan, jangan biasakan membuang-buang makanan.
Kakekku berumur 80 tahun lebih, beliau pernah bercerita, setelah penjajah Belanda pergi, makanan masih begitu susah diperoleh, untuk mendapat makanan pokok waktu itu yaitu singkong, harus berjalan lebih dari 30km dan itupun masih harus mengantri, Ibuku dan saudara-saudaranya yang masih kecilpun diajaknya bersama pula, itu hanya untuk singkong saja, beras merupakan makanan mewah pada saat itu, hanya pejabat-pejabat saja yang bisa mendapatkannnya.
Tentang makanan ini mari kita tengok kehidupan Rasullullah Muhammad SAW, berdasarkan riwayat, Aisyah r.a. pernah mengatakan, “ Dahulu Rasulullah saw tidak pernah mengenyangkan perutnya dengan dua jenis makanan. Ketika sudah kenyang dengan roti, beliau tidak akan makan kurma, dan ketika sudah kenyang dengan kurma, beliau tidak akan makan roti”
At Tirmizi meriwayatkan daripada Masruq RA, katanya: “Aku telah menemui Aisyah r.a., lalu beliau menghidangkan sesuatu kepadaku dan berkata: Aku tidak pernah makan kenyang, ketika aku mulai makan, mulailah aku menangis. Masruq bertanya: Mengapa? Jawabnya: Aku teringat tentang Rasullullah SAW yang telah meninggalkan dunia ini, demi Allah! Rasulullah SAW tidak pernah kenyang dengan daging atau roti dua kali dalam sehari.”
Ibn Abbas RA bahawa beliau menceritakan: “Rasulullah SAW sering bermalam berhari-hari sedangkan Baginda dan keluarganya tidak mempunyai makanan yang dapat dimakan di malam hari dan roti yang sering dimakan Rasulullah SAW adalah yang diperbuat daripada gandum.”
Aisyah r.a. beliau menceritakan: “Keluarga Muhammad SAW tidak pernah kenyang dua hari berturut-turut dengan roti gandum. Keadaan tersebut berlaku sampai Rasulullah SAW wafat.”
Baru sedikit tentang makanan saja, ternyata kita tidak pandai mensyukurinya...
Al-Quran menyebutkan bahwa orang-orang yang bersyukurlah yang mau mengakui tanda-tanda kekuasaan Allah di dunia dan mengambil pelajaran darinya. "Adapun tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh dengan subur dengan izin Allah. Dan tanah yang gersang, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami menjelaskan tanda-tanda kebesaran kami bagi orang-orang yang bersyukur." (Al-A'raf: 58)
bersamsung...
Mbah Jerangkong, Cikarang 8/7/10
Read More...
Wednesday, June 10, 2009
Rasullullah Tidak Pernah Mencela Makanan
Monday, July 28, 2008
KKM 1999, how beautiful life is
KKM, Kemah Kerja Mahasiswa, adalah subprogram dari program pembinaan mahasiswa baru, anehnya dikampusku ini ada nilai sks nya, yaitu 1/4 sks. Dari awal aku selalu tidak setuju dengan segala macam program yg berkedok penerimaan mahasiswa baru, karena selalu ada kekerasan dan penindasan kepada mahasiswa baru, bentuk protesku ini kumulai dengan datang dengan rambut gondrong sepunggung waktu ospek dan baju panjang yg kugulung sampai diatas siku. Reaksi senior sudah bisa ditebak, dengan sok jago mereka mengerubutiku, mengata-ngatai, memaki-maki, tapi tak satupun yg berani menyentuhku (hahahaha aku tertawa dalam hati, ternyata mereka beraninya berkoar doang), rambutku menjadi masalah dan aku dianggap menantang mereka, dan aku harus potong rambut saat itu juga, tapi aku menolak, aku hanya bilang besok saja potong rambutnya, mereka setuju (aneh, waktu itu tampangku memang seperti berandalan, mungkin mereka segan juga). Tiba-tiba keributan berpindah, seorang temanku ditendang senior, kemudian mereka menantang-nantang temanku tersebut "Ayo pulang sono klo berani !" diluar dugaan temanku tersebut pulang beneran, enak bener bisa bebas dari penyiksaan selanjutnya pada hari itu. hmmmmm kembali ke topik KKM....
Kegiatan ini resminya hanya 1 minggu, tetapi pada praktiknya bisa 2 bulan lebih untuk orang2 tertentu, karena beberapa orang harus mengerjakan beberapa persiapan dilokasi KKM nanti. Hari demi hari berlalu akhirnya tiba saat hari keberangkatan, dengan kaos yg seragam, berangkatlah kami bersama2, kalau tidak salah waktu itu ada 7 truk besar mengangkut kami.
Melewati jalan2 kampung yang berdebu, naik turun bukit akhirnya sampailah kami di sebuah lapangan di samping desa terpencil. para senior dengan sok galak segera berteriak2 membariskan kami dan memberi pengarahan, pada saat itu baru kuketahui, lokasi KKM masih 10 km dari situ dan akan ditempuh dengan berjalan kaki, what a shocking news, ransel2 besar kami dikumpulkan jadi satu untuk diangkut dengan truk kecil ke posisi sedekat mungkin dengan lokasi KKM kami. hanya air dan sedikit makanan yg diijinkan untuk dibawa.
Abis sholat Dhuhur, berangkatlah kami merangkak naik ke perbukitan, orang-orang senang sekali melihat pemandangan pegunungan nan hijau dan sejuk, canda tawa terdengar gaduh. Perlahan matahari mulai tergelincir, dan kami masih berjalan juga, persediaan air sudah mulai habis, makanan tidak ada sama sekali, saat itu baru terasa beratnya perjalanan ini. Segera kuluruskan niatku bahwa ini kulakukan untuk membantu orang lain, bukan untuk panitia ospek huhh...
Menjelang maghrib sampailah kami di desa itu diiringi hujan deras, sebuah desa kecil yang terkurung pegunungan di lembah yg hijau. Pertama kali melihat rumah2 penduduk, semua rata2 sama modelnya, dari kayu dan sudah reyot, tidak nampak penerangan listrik, mmmm betapa sepinya kalau malam tiba dan pasti gelap.
Aku dan beberapa teman segera mampir di sebuah musholla, melepas lelah dan beristirahat sejenak, kami sudah memutuskan untuk tidur ditempat ini malam ini, sampai datang seorang panitia mengatakan kami harus mendaki ke areal perkemahan di lereng bukit. Buat yang sering mendaki gunung pasti tau kenapa berkemah dilereng bukit yang miring, bukan di puncak buki yang tanahnya datar dan lapang. Hal ini untuk menghindari angin kencang yang bisa menerbangkan tenda2 apabila kami mendirikannya dipuncak bukit.
Kami segera bersiap untuk berangkat, tapi kami baru menyadari, diluar gelap gulita, melihat tangan sendiri saja tidak bisa, ditambah hujan yang masih lebat mengguyur kami, haus dan lapar masih menyerang kami karena sedari pagi baru makan sekali.
Perjalanan mendaki kali ini sulit sekali, jalanan becek, licin dan jalanan tidak terlihat sama sekali, hanya ada 1 senter di bawa seorang panitia, satu2nya alat navigasi adalah telinga kami yg mendengar panitia yg membawa senter itu berteriak-teriak, mulailah kami berjatuhan, terpeleset, jatuh kebawah, masuk lobang, jatuh ke tebing, dll, akhirnya dengan susah payah kami sampai dipinggir sungai, dan kami harus melintasinya !!
Kami ber-7 dan akulah yg pertama masuk ke sungai, ga dalem ternyata hehe, tapi batunya gwede-gwede banget dan licin pastinya. Kami bergandengan tangan untuk mencegah rombongan ada yg terpisah, dan dengan susah payah akhirnya berhasil pula kami menyeberangi sungai itu. Alhamdulillah...
Tantangan masih terus berlanjut, perjalanan masih jauh, merambat sedikit2 akhirnya sampailah kami di kaki bukit dimana di lereng atasnya kita AKAN mendirikan tenda, rasanya berat sekali membawa badan sendiri untuk mendaki lagi, sampai tiba2 kudengar seorang berkata "Hey kamu, bawa karung beras ini keatas ya !" waduh...berjalan aja dah mo pingsan ini harus memikul beras, walaupun cuma 25 kilo, tapi pada saat ini 25 kilo seperti 1 kwintal aja. Laa haula walaa quwwata illa billah ya udah kuangkat saja pelan-pelan, sedikit-sedikit akhirnya sampai juga dipuncak, dan segera kubawa ke dapur panitia.
Masalah timbul, aku baru menyadari kalau telah terpisah dari teman-teman kelompokku, di puncak bukit itu suasana benar2 kacau, hujan masih turun, orang-orang berlalu-lalang tidak jelas, akhirnya setelah bertanya kesana-kemari aku berhasil menemukan kelompkku, Alhamdulillah.... ternyata mereka sedang mendirikan kemah di lereng utara bukit itu, mereka sedang mencangkul tanah lereng untuk dibuat datar, supaya kami bisa mendirikan tenda diatasnya. Setelah beberapa lama kami berhasil mendirikan 2 tenda kami, dan karena hujan masih turun, malam itu kami tidur diatas tanah becek, benar-benar seperti kerbau yang tidur di kubangan.
Read More...
Sunday, June 8, 2008
Gravitasi Nol
Ceritanya nih ada satu orang turis dari Indonesia dateng vacation ke New
York.
Waktu dia lagi JJS (Jalan-Jalan Siang), dia notice kalo dia ada di depan
Empire State building. Dia nengok ke atas and liat kalo building itu tinggi
buanget. Nggak salah emang kalo dibilang Empire State itu salah satu gedong
yang paling tinggi di dunia.
Sewaktu si Doi lagi mengagumi kemegahan building itu, Do'i di samperin same
satu Bule and si Bule ngajak ngobrol ke si Do'i. Si Bule ngomong ke si Doi,
"Elo tau nggak karena saking tingginya building ini, gravity force di atas
sono tuh ampir nggak ada." Si Doi nengok ke si Bule and said, "That's
impossible, nonsense, tepuan. " Maklum si Do'i dulu bekas anak SMA IPA
makanya Do'i nggak percaya ama si Bule. Si Bule ngomong lagi,
"Swear, gua nggak bo'ong kok... Kalo elo nggak percaya coba aja deh elo
naek
ke lantai paling atas and loncat ke luar. Elo nggak bakalan jatuh, tapi
melayang-layang kaya burung." Si Do'i keki banget dianjurin loncat dari
lantai paling atas Empire State building. Do'i bales ngomong ke si Bule,
"Kalo emangnya bener, kenapa nggak elo aja yang loncat dari atas sono, gua
liatin dari bawah." Si Bule bilang, "Oke deh, gua buktiin kalo gua nggak
boong sama elo. Sekarang gua ke lantai paling atas and loncat ke luar. Elo
liat pake keker-an elo kalo gua bakalan melayang-layang di udara kaya
burung." Si Bule masuk ke dalem Empire State building.Sekitar 5 menit, si
Do'i liat lewat keker-an kalo ada orang buka jendela dari lantai yang
paling atas and then liat si Bule melambaikan tangannya ke si Do'i. "Gile
juga nih Bule. Jangan-jangan nih Bule lagi dalam perawatan mental." kata si
Do'i dalem ati. Abis melambaikan tangannya si Bule mulai manjat ke jendela
and HOOPLA, loncat ke luar. Si Do'i langsung menahan napas nya saking
dag-dig-dug-nya. Tapi si Do'i langsung cengok begitu liat si Bule nggak
jatuh ke tanah tapi melayang-layang kaya burung. "Ajigile tuh Bule, kok
bisa ya dia melayang-layang kaya burung??" bisik atinya si Do'i. Setelah
sekitar 1 menit melayang-layang di udara, si Bule masuk lagi ke building
lewat the same window and turun ke bawah.
Si Bule ngomong," Gimana sekarang, elo percaya nggak sama omongan gua?!" Si
Do'i masih amused sama apa yang baru di liat. Begitu otaknya sadar, si Do'i
bilang begini ke si Bule, "Pasti elo pake tricks di atas sono, supaya elo
nggak jatuh ke tanah!! Pasti, pasti, gue yakin banget.... Coba elo loncat
sekali lagi, and gua ikut liatin elo dari atas sono jadi gua yakin kalo
nggak ada trick." Si Bule dengan senyuman setuju sama usul si Do'i.
Setelah mereka udah berada di lantai paling atas, si Bule suruh si Do'i
supaya perhatiin jelas-jelas kalo dia nggak pake trick buat melayang di
udara. SiBule lompat lagi ke luar and melayang-layang kaya burung. Si Do'i
cengok lagi. "Lho kok bisa ya nih orang nggak jatuh ke tanah?" Abis
melayang-layang sebentar, si Bule masuk lagi lewat jendela and ngomong,
"Gimana, percaya nggak sama omongan gua?" Si Do'i cuma manggut-manggut kaya
orang bego. Terus dia bilang ke si Bule, "Eh, Bule elo tolong fotoin gua ya
waktu gua lagi melayang-layang di udara. Gua mau buat souvenir nih. Khan
keren lho, melayang- layang kaya burung." Si Bule cuma senyum-senyum aja
waktu di kasih kamera sama siDo'i. Si Do'i terus manjat ke pinggiran
jendela and liat ke bawah, "Wuiihh, tinggi banget, kalo jatuh gimana ya?
Ahh, tapi si Bule aja nggak jatuh gua juga pasti nggak jatuh. Khan gravity
di atas sini kecil banget." Terus si Do'i lompat ke luar and
ZIIINNGGGG..........GEDEBUK!!!!! Begitu si Do'i lompat ke luar, langsung
aja dia free falling and mati seketika. Nggak lama dateng deh tuh
police-police and ambulance-ambulance ke Empire State building. Waktu Chief
polisinya ngatur-ngatur massa yang berkerumun, si Chiefnya tampa disengaja
ngeliat si Bule baru keluar dari Empire State building. Langsung aja di
samperin ama si Chief. Si Bule cuma senyum-senyum aja ke si Chief. Terus si
Chief bilang ke si Bule, "Superman, Superman, kok elo isengnya nggak
ilang-ilang sih???" Read More...Musim Dingin yang Sangat Dingin
Waktu itu musim gugur, seorang suku indian pada daerah terpencil
bertanya pada
kepala suku mereka yang baru. "Wala-wala chimo-ela suma totangka
obuawachi?"
yang artinya, "Kepala suku, apakah musim dingin kali ini akan sangat
dingin atau seperti biasanya?"
Karena kepala suku ini sudah modern, dia tidak pernah belajar meramal
cuaca
dengan cara-cara kuno lagi. Ketika melihat ke atas, ia tidak dapat
mengatakan
bagaimana nantinya keadaan cuaca. Meskipun begitu, supaya aman, ia
mengatakan
bahwa musim dingin nantinya akan terasa dingin, sehingga ia menyuruh
warganya
untuk mengumpulkan kayu bakar untuk persiapan musim dingin.
Namun setelah beberapa hari, muncul idenya untuk menelepon Layanan
Perkiraan
Cuaca, dan menanyakan, "Apa musim dingin kali ini akan sangat dingin
atau tidak?"
"Kelihatannya musim dingin kali ini akan sangat dingin," kata petugas di
Layanan
Perkiraan Cuaca tersebut. Kemudian kepala suku kembali dan menyuruh
warganya
untuk mengumpulkan kayu lebih banyak lagi untuk persiapan.
Seminggu kemudian dia menelepon kembali Layanan Perkiraan Cuaca. "Apa
musim
dingin kali ini akan sangat dingin?" "Ya," jawab orang di Layanan
Perkiraan
Cuaca tersebut, "Musim dingin kali ini akan sangaaat dingin!"
Kepala suku kembali dan menyuruh warganya untuk mengumpulkan semua kayu
dan
ranting pohon yang mereka temukan.
Dua minggu kemudian dia menelepon kembali dan bertanya, "Apa anda yakin
bahwa
musim dingin kali ini akan sangat dingin?"
"Pasti," jawab orang di Layanan Perkiraan Cuaca tersebut, "kelihatannya
akan
jadi musim dingin yang paling dingin yang pernah ada."
"Kenapa anda begitu yakin?" tanya kepala suku. Pria itu menjawab,
"Karena para suku Indian sedang mengumpulkan kayu bakar dalam jumlah
yang gila-gilaan!" Read More...